Mengenal Tunjangan Jabatan, Jenis, dan Manfaatnya

Juni 22, 2022

Mungkin Anda sudah mengetahui mengenai tunjangan-tunjangan yang bisa didapatkan oleh seorang karyawan selama masa kerjanya, salah satunya tunjangan jabatan. Mendapatkan tunjangan menjadi salah satu faktor untuk karyawan memilih suatu posisi di sebuah perusahaan. Lantas apakah Anda tahu apa itu tunjangan jabatan? Apakah pegawai swasta dan Pegawai Negeri Sipil memiliki jenis tunjangan jabatan yang sama? Tunjangan jabatan masuk ke dalam tunjangan tetap atau tunjangan tidak tetap?

Tunjangan sendiri dapat didefinisikan sebagai tambahan di luar gaji pokok yang diberikan bersamaan dengan gaji pokok untuk karyawan setiap bulannya. Menurut Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1990, tunjangan dibagi kedalam dua kategori, yaitu tunjangan tetap dan tidak tetap. Tunjangan tetap diberikan berkala bersamaan dengan gaji pokok, sedangkan tunjangan tidak tetap diberikan secara tidak rutin dengan waktu yang berbeda dari gaji pokok.

Setiap perusahaan memiliki aturan sendiri mengenai besar tunjangan yang diberikan pada karyawan. Namun, tunjangan sendiri telah disebutkan dalam PP Pengupahan No. 78/2015, mengenai upah yang diberikan kepada karyawan memiliki tiga bentuk, yaitu Pemberian Gaji Pokok, pemberian gaji pokok dan tunjangan tetap, dan pemberian gaji pokok ditambah tunjangan tetap dan tidak tetap. 

Ada delapan jenis tunjangan yang umum dikenal oleh karyawan, yaitu tunjangan jabatan, tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan, tunjangan pensiun, tunjangan hari raya, tunjangan makan, dan tunjangan transportasi. Dari delapan jenis tunjangan tersebut, mari bahas lebih dalam mengenai apa itu tunjangan jabatan, beda tunjangan jabatan dengan biaya jabatan, alasan tunjangan jabatan diberikan, jenis tunjangan jabatan, serta besaran rata-rata tunjangan jabatan.

Mengenal Tunjangan Jabatan, Jenis, dan Manfaatnya

Apa Itu Tunjangan Jabatan?

Tunjangan jabatan adalah penambahan nominal gaji yang diberikan kepada karyawan berdasarkan posisi karyawan di perusahaan tersebut. Idealnya, semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar nominal tunjangan jabatan yang didapatkan. Untuk itu jenis tunjangan ini tidak didasarkan langsung oleh kinerja ataupun absensi karyawan, melainkan posisi jabatan. Sehingga merupakan tunjangan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi dan kompensasi pada kinerja dan tanggung jawab yang lebih besar. Tunjangan jabatan masuk ke dalam jenis tunjangan tetap. 

Beda Tunjangan Jabatan dengan Biaya Jabatan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tunjangan jabatan merupakan tambahan yang dapat meningkatkan nominal gaji karyawan, dengan begitu tunjangan sifatnya sebagai penambah karyawan. Sedangkan, dilansir dari Klik Pajak, biaya jabatan merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang dapat dikurangkan dari penghasilan setiap pegawai tetap, tanpa memandang tingkatan jabatannya. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa tunjangan menambahkan gaji karyawan, sedangkan biaya termasuk pemotongan untuk memelihara penghasilan karyawan.

Baca juga: Pentingnya Kompensasi untuk Mensejahterakan Karyawan Perusahaan

Alasan Perusahaan Memberikan Tunjangan Jabatan

Memberikan tunjangan merupakan salah satu bentuk perhatian perusahaan terhadap karyawannya. Umumnya tunjangan diberikan kepada karyawan yang dapat melakukan tugasnya dengan baik. Ada banyak manfaat yang dapat dirasakan baik perusahaan maupun karyawan dengan adanya tunjangan jabatan yang diberikan. Berikut adalah beberapa alasan kenapa pemberian tunjangan jabatan menjadi faktor penting dalam organisasi perusahaan.

1. Menjaga performa karyawan dalam bekerja

Kendati performa karyawan tidak dipengaruhi langsung oleh tunjangan yang diberikan, dengan adanya tunjangan dapat menjadi motivasi untuk menjaga performa karyawan dalam bekerja. Mengingat performa karyawan dapat dinilai secara terukur melalui Key Performance Index (KPI).

2. Meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja

Banyak hal yang dapat mempengaruhi motivasi karyawan. Selain fasilitas yang tercukupi, memberikan tunjangan yang layak pada karyawan dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan karena merasa posisi, kinerja, dan tanggung jawabnya dihargai oleh perusahaan.

3. Meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan

Menurut survey yang dilakukan MetLife, 72% karyawan perusahaan ingin perusahaan dapat memberikan mereka pilihan jenis benefit apa yang bisa dipilih untuk meningkatkan loyalitas karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang dapat memberikan tunjangan sesuai kebutuhan karyawan akan memiliki karyawan yang loyal.

4. Memberikan penghargaan terhadap kinerja karyawan

Tunjangan jabatan dapat juga dianggap sebagai penghargaan atas kinerja karyawan, dalam artian menunjukkan penghargaan karena karyawan telah dapat mencapai posisi tertentu hingga akhirnya dapat memperoleh tunjangan jabatan sesuai posisi yang didudukinya. 

5. Menarik minat karyawan baru untuk bekerja di perusahaan

Secara tidak langsung apabila perusahaan Anda memberikan penawaran menarik mengenai tunjangan yang dapat diberikan pada karyawan, hal ini dapat menjadi poin plus bagi calon karyawan dan akhirnya semakin tertarik untuk mendaftar ke perusahaan Anda. 

Baca juga: Begini Cara Membuat Surat Permohonan Naik Gaji!

Jenis Tunjangan Jabatan

Jenis Tunjangan Jabatan

Tunjangan jabatan di perusahaan swasta dan perusahaan negeri memiliki target yang berbeda. Di perusahaan swasta, jabatan yang mendapatkan tunjangan jabatan adalah supervisor, manajer dan kepala cabang. Sedangkan di perusahaan negeri yang mendapatkan tunjangan jabatan adalah kepala biro, kepala dinas, direktur jenderal dan jabatan fungsional. Selanjutnya pada organisasi pemerintahan tunjangan jabatan terbagi ke dalam dua jenis, yaitu tunjangan struktural dan tunjangan fungsional. Mari simak lebih lengkap mengenai perbedaan dua tunjangan tersebut. 

1. Tunjangan Struktural

Tunjangan ini diberikan kepada seseorang dalam kerangka organisasi yang memiliki strata tertentu. Jika karyawan tidak menempati jabatan struktural maupun fungsional hanya akan mendapatkan tunjangan umum.

2. Tunjangan Fungsional

Tunjangan yang diberikan kepada seseorang karena memiliki skill atau keahlian tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Contohnya analis, auditor, guru, peneliti, dokter dan lain sebagainya. 

Besaran Tunjangan Jabatan

Kendati tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan, kita tetap dapat memperkirakan besar tunjangan jabatan (yang termasuk dalam tunjangan tetap) melalui referensi dan besaran yang telah diketahui secara umum. Tunjangan jabatan sendiri masuk ke dalam perhitungan pajak penghasilan karena masuk dalam tunjangan tetap.

Berikut terdapat contoh tunjangan yang diambil dari besaran tunjangan Pegawai Negeri Sipil di Indonesia, dimana informasi ini juga dapat Anda akses melalui laman setkab.go.id. Keputusan terkait besaran tunjangan ditentukan oleh Peraturan Presiden. Pada bagian Analis APBN, anggaran yang diberikan kurang lebih sebesar yang tertera berikut:

Tingkat Keahlian

  1. Jenjang Ahli Utama / Arsiparis Utama : Rp 1.300.000,-
  2. Jenjang Ahli Madya / Arsiparis Madya : Rp 1.100.000,-
  3. Jenjang Ahli Muda / Arsiparis Muda : Rp 800.000,-
  4. Jenjang Ahli Pertama / Arsiparis Pertama : Rp 520.000,-

Tingkat Keterampilan

  1. Jenjang Jabatan Penyelia / Arsiparis Penyelia : Rp 700.000,-
  2. Jenjang Jabatan Pelaksana Lanjutan / Arsiparis Mahir : Rp 420.000,-
  3. Jenjang Jabatan Pelaksana / Arsiparis Terampil : Rp 350.000,-

Sedangkan untuk perusahaan swasta ditentukan secara pribadi oleh perusahaan. Hal ini cukup menguntungkan karena besar tunjangan dapat ditentukan berdasarkan lingkungan dan kondisi perusahaan. Mengingat tunjangan jabatan masuk ke dalam perhitungan pajak penghasilan tetap, perusahaan dapat membantu karyawan dengan memotong pajak langsung dari penghasilan yang diterima.

Baca juga: Komponen Gaji Karyawan dalam Penyusunan Penghasilan Karyawan

Kelola Gaji dan Tunjangan Karyawan

Setelah membahas mengenai Tunjangan Jabatan, dapat kita simpulkan bahwa tunjangan jabatan merupakan bagian dari tunjangan tetap yang diberikan setiap bulannya sehingga menambah nominal gaji pokok. Tidak semua karyawan mendapatkan tunjangan jabatan, hanya pada strata tertentu seseorang dapat memperoleh tunjangan tersebut. 

Perhitungannya sendiri masuk dalam pajak penghasilan karyawan. Bagi Pegawai Negeri Sipil, tunjangan tetap sudah diatur melalui Peraturan Presiden. Sedangkan bagi karyawan perusahaan swasta, setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda mengenai jumlah nominal tunjangan jabatan yang dapat diperoleh oleh karyawan tergantung kondisi perusahaan. 

Memberikan tunjangan jabatan dapat meningkatkan loyalitas, produktivitas, performa, bahkan menarik minat karyawan baru untuk masuk ke perusahaan Anda sehingga kegiatan rekrutmen menjadi lebih efektif.

Saat ini menghitung gaji karyawan beserta tunjangannya dapat lebih mudah dilakukan menggunakan aplikasi seperti Appsensi. Appsensi sebagai aplikasi penyedia jasa Absensi Online, Tarik Gaji dan Payroll yang sudah menjadi mitra berbagai UMKM, perusahaan, dan pemerintahan, menyediakan layanan yang dapat memudahkan integrasi absen karyawan dengan perhitungan gaji. Appsensi dapat membantu perhitungan komponen gaji lainnya seperti BPJS Ketenagakerjaan dan PPh 21, sehingga proses payroll dapat dilakukan secara otomatis.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai layanan Payroll otomatis dan online yang disediakan Appsensi seperti slip gaji online, perhitungan THR, bonus, pajak, tunjangan jabatan dan laporan penggajian lainnya, Anda dapat mengunjungi appsensi.com, atau segera terhubung dengan tim kami melalui link berikut.

Author Profile

Ricky Caesar Sam

Head of Sales and Marketing Appsensi

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments