Begini Cara Membuat Surat Permohonan Naik Gaji!

Juni 7, 2022

Mengalami kenaikan gaji selalu menjadi motivasi ampuh bagi karyawan untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Dilansir dari Ekonomi Bisnis, kenaikan gaji rata-rata pada 2022 diperkirakan akan naik hingga 6,5 persen, mendekati level sebelum pandemi (2019) yaitu 6,9 persen. Hasil survei Indonesia mengalahkan rata-rata negara Asia-Pasifik sebesar 5,4 persen, dimana survei dilakukan pada 533 organisasi.

Pada dasarnya kenaikan gaji setiap tahunnya lazim dilakukan oleh perusahaan. Ada beragam faktor yang membuat karyawan akan mengalami kenaikan gaji secara berkala, seperti upah minimum yang ditetapkan pemerintah, kemampuan perusahaan dalam menggaji karyawan, kinerja karyawan, bertambahnya tanggung jawab karyawan, serta lama kerja karyawan.

Begini Cara Membuat Surat Permohonan Naik Gaji!

Namun, karyawan juga sebenarnya dapat mengajukan kenaikan gaji secara mandiri. Biasanya karyawan dapat mengajukan kenaikan gaji setelah bekerja 3 – 6 bulan, mencetak prestasi yang membawa keuntungan bagi perusahaan, atau mendapat tawaran pekerjaan lain.

Jika Anda sedang mempertimbangkan mengajukan kenaikan gaji, Anda dapat menyimak lebih lanjut cara membuat surat permohonan naik gaji yang benar.

Bagaimana Cara Menentukan Kenaikan Gaji?

Kenaikan gaji umumnya diputuskan oleh perusahaan dalam bentuk persentase. Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, tidak ada ketentuan yang mengatur secara rinci tentang persentase kenaikan gaji karyawan, sehingga besar proporsinya pun dapat berbeda antar jabatan. 

Untuk meminimalisir kesenjangan berlebih antara gaji tertinggi dan terendah, perusahaan wajib menyusun struktur penggajian karyawan dengan memperhatikan kemampuan perusahaan itu sendiri, sehingga dapat ditetapkan persentase kenaikan gaji bagi karyawan.

Pengaturan kenaikan gaji diatur oleh divisi HRD, misalnya, perusahaan menerapkan kenaikan gaji 5% setiap tahunnya dan berlaku bagi semua karyawan tanpa terkecuali, maka rumus yang digunakan adalah Kenaikan Gaji Karyawan = Gaji Awal x Persentase Kenaikan Gaji. 

Saat ini banyak perusahaan telah menggunakan aplikasi yang dapat membantu HR dalam mengelola penggajian karyawan. Seperti Appsensi dengan fitur absensi dan payroll yang dapat menghitung komponen gaji karyawan dengan fleksibel termasuk perhitungan tunjangan, bonus, THR, hingga laporan penggajian.

Komponen Gaji Karyawan

Umumnya perusahaan memiliki format permohonan pengajuan kenaikan gaji untuk karyawan. Penggunaan format ini akan memudahkan perusahaan untuk melakukan evaluasi terkait setiap komponen gaji karyawan, sehingga perhitungan gaji akan lebih mudah dilakukan. 

Komponen gaji karyawan umumnya yang tertera dalam slip gaji. Hal-hal tersebut meliputi:

  1. Gaji Pokok: Pembayaran dasar yang diterima karyawan dari perusahaan, berdasarkan kesepakatan bersama yang tertera dalam perjanjian kerja.
  2. Tunjangan Tetap: Dibayarkan dalam jangka waktu dan jumlah yang tetap seperti gaji pokok. Meliputi tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan perumahan, tunjangan kematian, dan sebagainya sesuai kebijakan perusahaan.
  3. Tunjangan Tidak Tetap: Pembayaran yang dilakukan baik langsung maupun tidak langsung diluar gaji pokok, sehingga dibayarkan dalam waktu berbeda dengan gaji pokok. Tunjangan tidak tetap akan masuk ke perhitungan gaji secara keseluruhan, misalnya uang makan dan transportasi yang biasanya diberikan berdasarkan kehadiran karyawan.

Baca juga: Beda dari Gaji Pokok, Ini Definisi Take Home Pay dan Cara Menghitungnya!

Faktor Kenaikan Gaji Karyawan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada beragam faktor bagaimana karyawan akan mengalami kenaikan gaji, baik karena kenaikan gaji setiap tahunnya atau pengajuan yang dilakukan oleh karyawan. Untuk lebih memahami pada kondisi apa Anda dapat mengajukan kenaikan gaji, mari simak lebih dalam faktor yang mempengaruhi gaji karyawan:

1. Upah Minimum yang Ditetapkan Pemerintah

Setiap tahunnya pemerintah pusat dan daerah akan menetapkan persentase dan besaran kenaikan upah minimum berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Perusahaan wajib menaikkan gaji minimal sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK) atau upah minimum provinsi (UMP) apabila perusahaan menerapkan upah minimum untuk karyawan golongan terendah dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Selain hal tersebut, ketentuan upah minimum karyawan disepakati antara pemberi kerja dan pekerja seperti yang tercantum dalam Pasal 90 A UU Ketenagakerjaan.

2. Kemampuan Perusahaan

Persentase kenaikan gaji karyawan ditentukan oleh perusahaan berdasarkan kemampuan finansial perusahaan. Maka itu perusahaan diwajibkan menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. 

3. Kinerja Karyawan

Kenaikan gaji karena kinerja karyawan merupakan konsep paling baik dalam mempertimbangkan persentase kenaikan gaji. Faktor ini biasanya didasari oleh Key Index Performance (KPI) yang dapat menggambarkan secara rinci target pencapaian apa saja yang sudah dilakukan oleh karyawan. Contoh perhitungan kenaikan gaji karena kinerja adalah sebagai berikut:

  • Karyawan dengan pencapaian target KPI 100%, mendapat kenaikan gaji berkala 5-6% atau sesuai inflasi
  • Karyawan dengan target KPI 101-120%, kenaikan ditambah 1-3%
  • Karyawan dengan target KPI di atas 120%, kenaikan ditambah 4-6%

4. Bertambahnya Tanggung Jawab Karyawan

Bertambahnya tanggung jawab karyawan terjadi apabila karyawan mengalami promosi jabatan. Misalnya, supervisor yang menjadi manajer sehingga tanggung jawab dan resiko yang dimiliki akan lebih besar dari sebelumnya. Atau adanya penambahan tanggung jawab pada posisi yang sama sehingga pekerjaan yang dilakukan semakin bertambah beban resikonya.

5. Lama Kerja

Kendati menjadi salah satu faktor dalam pertimbangan kenaikan gaji, lama kerja sebenarnya bukan menjadi faktor dominan dalam mempertimbangkan kenaikan gaji. Hal ini tetap dapat menjadi alasan pengajuan kenaikan gaji, namun, biasanya dilakukan sebagai penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan selama masa kerja. Misalnya, karyawan yang sudah ikut perusahaan sejak perusahaan berdiri, tentunya akan menerima gaji lebih besar daripada karyawan yang baru saja masuk ketika perusahaan sudah sukses. 

Baca juga: Tentang Gaji UMR yang Harus Para Pekerja Ketahui

Cara Membuat Surat Permohonan Kenaikan Gaji

Cara Membuat Surat Permohonan Kenaikan Gaji

Surat Permohonan Kenaikan Gaji merupakan cara formal dalam meminta kenaikan gaji, dimana setiap perusahaan umumnya sudah memiliki format surat permohonan kenaikan gaji. Format surat biasanya disesuaikan dengan informasi yang terdapat pada slip gaji karyawan. Dari komponen yang ada, HRD dan karyawan dapat mendiskusikan komponen mana saja yang bisa mengalami kenaikan, sehingga proses yang dilakukan akan runtut dan lengkap dari sisi dokumentasi.

Jika Anda sedang mempertimbangkan pengajuan kenaikan gaji menggunakan surat kepada bagian HRD ataupun atasan, Anda dapat menggunakan format surat khusus seperti contoh berikut:

contoh surat permohonan naik gaji

Melalui contoh surat di atas, kita dapat mempelajari bahwa surat kenaikan gaji yang dibuat memiliki struktur konten mulai dari perihal, nama karyawan, jabatan yang sedang diemban, tanggal masuk kerja, gaji saat ini, berapa persen kenaikan gaji yang diharapkan, dan penutup.

Kesimpulan

Tahun ini kenaikan upah minimum Indonesia sudah mendekati level sebelum pandemi yaitu 6,5 persen. Selain faktor upah minimum, kenaikan gaji karyawan juga ditentukan oleh perusahaan. Kendati dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, tidak ada ketentuan yang mengatur secara rinci tentang persentase kenaikan gaji karyawan, perusahaan tetap diharuskan mengatur struktur gaji karyawan. 

Komponen gaji karyawan meliputi gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap. Beragam faktor dapat membuat karyawan mengalami kenaikan gaji, seperti upah minimum yang ditetapkan pemerintah, kemampuan perusahaan dalam menggaji karyawan, kinerja karyawan, bertambahnya tanggung jawab karyawan, serta lama kerja karyawan. 

Untuk mengajukan kenaikan gaji, Anda dapat menggunakan surat permohonan kenaikan gaji, dimana umumnya setiap perusahaan sudah memiliki format tersebut. Namun, Anda juga dapat membuatnya dengan struktur surat formal yang terdiri dari perihal, nama karyawan, jabatan yang sedang diemban, tanggal masuk kerja, gaji saat ini, berapa persen kenaikan gaji yang diharapkan, dan penutup.

Bagi HRD saat ini, sudah ada aplikasi seperti Appsensi yang dapat mempermudah perhitungan komponen gaji karyawan meliputi slip gaji online, perhitungan THR dan bonus, pajak, dan laporan penggajian. Anda dapat mengunjungi appsensi.com atau segera terhubung dengan tim kami melalui link berikut.

Author Profile

Ricky Caesar Sam

Head of Sales and Marketing Appsensi

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments