Hero Blog HR Tips

Seputar Myers Briggs Type Indicator (MBTI), Skala dan Tipenya

Desember 29, 2022

Article by Carissa

Table of Contents

Anda pasti sudah tidak asing dan sering mendengar tentang tes MBTI, atau pernah mendengar seseorang mendeskripsikan dirinya sebagai ESFJ, ENTJ, atau ISTP? Jika pernah, ini artinya ia baru saja menggambarkan kepribadiannya berdasarkan 16 tipe kepribadian Myers-Briggs Type Indicator atau MBTI.

Key Takeways

  • Tes MBTI adalah tes untuk membaca kepribadian dalam hal ini termasuk karyawan.
  • Tes MBTI terdiri dari 4 skala untuk mengukur cara interaksi, cara belajar, cara mengambil keputusan, hingga cara menyikapi dunia.
  • Kombinasi skala menghasilkan 16 kepribadian MBTI yang berbeda satu sama lain.

Dalam dunia kerja tes kepribadian MBTI bermanfaat sebagai alat bantu untuk mengenali dan memahami kepribadian karyawan. Pada artikel ini akan membahas tes kepribadian MBTI. Mulai dari Pengertian, skala dan tipenya. Yuk simak!

MBTI adalah

Tes MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator menjadi salah satu tes kepribadian yang paling sering digunakan di seluruh dunia.

Tes MBTI adalah tes yang dirancang untuk membaca kepribadian, kekuatan dan preferensi seseorang. The Myers-Briggs Type Indicator dirancang dan dikembangkan oleh psikolog bernama Isabel Myers dan ibunya, Katherine Briggs, pada tahun 1940-an. Berdasarkan teori kepribadian Carl Jung.

Skala Tes Kepribadian MBTI

Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dilakukan dengan cara menjawab berbagai pertanyaan yang terdiri dari 4 skala yang berbeda, diantaranya sebagai berikut.

1. Introvert (I) – Ekstrovert (E)

Anda tentu sudah tak asing lagi dengan dua tipe kepribadian MBTI ini. Extraverted atau extrovert menunjukkan pribadi seseorang yang terbuka, senang melakukan banyak interaksi sosial dan merasa berenergi setelah menghabiskan waktu bersama orang lain.
Sebaliknya, introversion atau introvert merujuk pada pribadi yang lebih tertutup, menikmati interaksi sosial yang mendalam, merasa berenergi setelah menghabiskan waktu seorang diri, dan kurang suka berada dalam interaksi sosial yang melibatkan terlalu banyak orang.
Seseorang masuk dalam kategori introvert atau ekstrovert ditentukan oleh bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain atau dunia luar.

2. Sensing (S) – Intuition (N)

Sensing dan intuition merupakan skala yang menggambarkan bagaimana cara seseorang belajar, mengumpulkan dan mengolah informasi dari dunia sekitarnya.
Sensing menunjukkan kecenderungan seseorang yang lebih suka memberi perhatiannya pada fakta atau kenyataan yang ada. Oleh sebab itu, seseorang dengan tipe sensing senang mempelajari hal-hal baru dengan cara terlibat langsung ke dalam permasalahan yang sedang terjadi (learning by doing). Pola pemikiran tipe kepribadian MBTI ini cenderung realistis dan praktis.

3. Thinking (T) – Feeling (F)

Skala yang ketiga ini digunakan untuk menilai cara seseorang dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang ia kumpulkan dari skala sebelumnya.
Seseorang dengan tipe thinking cenderung akan membuat keputusan berdasarkan fakta dan data yang objektif, misalnya dari pengalaman diri sendiri di masa lalu atau dari pengalaman orang lain. Dengan begitu, keputusan yang diambil diharapkan bisa adil, minim kesalahan dan tidak memihak.
Sementara itu, feeling menunjukkan kecenderungan seseorang untuk mengambil keputusan berdasarkan perasaan, emosi serta mempertimbangkan kondisi orang-orang di sekitar. Orang dengan tipe feeling biasanya berharap setiap keputusan yang diambilnya tidak akan menyakiti atau bahkan menyebabkan kerugian bagi orang lain.

4. Judging (J) – Perceiving (P)

Judging dan perceiving merupakan skala yang menunjukkan bagaimana cara seseorang menjalani hidup dan menyikapi dunia luar.
Seseorang dengan tipe judging cenderung memiliki kepribadian tegas dan teguh pendirian, nilai-nilai yang dipegang, atau rencana yang telah dibuatnya.
Sebaliknya, orang yang condong ke arah perceiving biasanya akan lebih fleksibel dan adaptif pada berbagai hal, termasuk hal-hal yang belum pernah ia alami sebelumnya.

16 Tipe Kepribadian MBTI

Kombinasi 4 skala kepribadian di atas menghasilkan 16 tipe kepribadian yang berbeda. Berikut pembahasan lengkapnya.

1. ISTJ (Introverted, Sensing, Thinking, Judging)

Tipe kepribadian ISTJ cenderung berkarakter tenang, serius, teliti, tekun, realistis, logis, praktis dan dapat diandalkan. Pribadi ISTJ menyukai pekerjaan dan kehidupan yang tertib dan teratur. Oleh sebab itu, ia dijuluki sebagai ‘Si Perencana yang terorganisir’. Barrack Obama, pemimpin Amerika Serikat adalah figur ISTJ ini.

2. ISTP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving)

‘Si Mekanik’ atau ‘Si Pengrajin’ adalah julukan untuk ISTP. Ini karena mereka senang mengeksplorasi satu proyek ke proyek lain dengan tangan dan mata mereka. Selain itu, orang ISTP berkarakter toleran dan fleksibel. Mereka juga sangat realistis, logis, spontan, dan berfokus pada masa kini.

3. ISFJ (Introverted, Sensing, Feeling, Judging)

Orang dengan kepribadian ISFJ biasanya dikenal sebagai pribadi yang penuh perhatian, kehangatan dan aura positifnya yang bisa membawa ketenangan bagi orang-orang di sekitarnya. Seorang ISFJ memiliki pembawaan yang tenang, teliti, bertanggung jawab, berkomitmen, telaten, cermat, baik hati, punya empati yang tinggi, serta loyal. Ini mengapa pribadi ISFJ dijuluki sebagai ‘Si Pelindung’.

4. ISFP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving)

Pribadi ISFP dikenal tenang, sensitif, baik hati, penuh semangat, memiliki kepedulian tinggi. ISFP umumnya juga sangat berbakat dalam dunia seni. Oleh sebab itu, ia dijuluki sebagai ‘Si Seniman’. Dalam pekerjaan seorang ISFP biasanya membutuhkan ruang sendiri, bekerja sesuai dengan waktunya sendiri. Selain itu, mereka memiliki komitmen tinggi akan prinsip sehingga tidak menyukai perselisihan.

5. INFJ (Introverted, Intuitive, Feeling, Judging)

INFJ atau yang kerap dijuluki sebagai ‘Sang Penasihat’ adalah tipe kepribadian yang terbilang langka. Pribadi INFJ biasanya sangat suportif, peka terhadap perasaan orang lain, dan suka menolong. Seorang INFJ adalah si pencari makna yang tertarik memahami pemikiran orang lain, hubungan antar ide, serta sosial. Maka tak heran mengapa seorang INFJ sangat suportif, peka terhadap perasaan orang lain, dan suka menolong. Tidak hanya itu, ia juga terkenal dengan idealismenya untuk mengubah dunia jadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.

6. INFP (Introverted, Intuitive, Feeling, Perceiving)

Idealis, perfeksionis dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi adalah kepribadian dominan seorang INFP. Ketika terdapat konflik, pribadi INFP biasanya sangat handal menengahi konflik tersebut. Inilah mengapa pribadi INFP dijuluki sebagai ‘Si Mediator’. Lebih lanjut, tipe kepribadian INFP memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan terbuka dengan berbagai kemungkinan.

7. INTJ (Introverted, Intuitive, Thinking, Judging)

Seorang INTJ adalah individu yang kreatif dan analitis. Oleh karena itu, ia sangat ahli membuat strategi dan perencanaan. Selain itu, tipe kepribadian INTJ juga memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi inovatif bagi setiap permasalahan. Itulah mengapa seorang INTJ dijuluki sebagai ‘Si Ahli Strategi’.

8. INTP (Introverted, Intuitive, Thinking, Perceiving)

Orang dengan kepribadian INTP adalah seorang pemikir yang logis, analitis dan berwawasan luas. Maka dari itu ‘Si Logis’ atau ‘Si Pemikir’ disematkan sebagai julukan INTP. Selain itu, seorang INTP lebih tertarik dengan ide daripada interaksi sosial. Mereka adalah orang-orang yang teoretis dan abstrak dengan tampilan cerdas dan tenang, sehingga ia lebih suka memiliki banyak pilihan terhadap suatu hal.

9. ESTP (Extroverted, Sensing, Thinking, Perceiving)

ESTP merupakan pribadi berjuluk ‘Si Pembujuk’. Sebab sangat pandai memengaruhi orang lain dan memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak cepat dalam situasi darurat.  Sosok ESTP biasanya juga dikenal sangat ramah, antusias, dan pandai berteman.

10. ESTJ (Extroverted, Sensing, Thinking, Judging)

Kepribadian ESTJ dijuluki sebagai ‘Si Pengarah yang tegas’ karena ia paling terkenal dengan kemampuannya dalam berorganisasi dan memimpin diantara kepribadian MBTI lainnya. Kemampuan mengarahkan sosok ESTJ ini diperoleh dari kombinasi karakteristik tegas, teliti, disiplin, taat aturan, dan bertanggung jawab yang dimilikinya.

11. ESFP (Extroverted, Sensing, Feeling, Perceiving)

Orang dengan kepribadian ESFP mungkin bisa disebut sebagai kepribadian yang paling extrovert diantara kepribadian MBTI lainnya. Pasalnya, ia sangat gemar menghabiskan waktunya dengan orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Tak mengherankan, apabila pribadi ESFP dijuluki sebagai ‘Si Penghibur’

12. ESFJ (Extroverted, Sensing, Feeling, Judging)

Pribadi ESFJ biasanya dikenal berhati lembut, setia, ramah, dan terorganisir. Ia sangat suka menolong orang lain, terutama orang-orang di sekitarnya. Sudah sepantasnya pribadi ESFJ ini disebut sebagai ‘Sang Pengasuh’.

13. ENFP (Extroverted, Intuitive, Feeling, Perceiving)

ENFP dijuluki sebagai ‘Si Motivator’ di antara tipe kepribadian MBTI lainnya. Ini karena orang dengan tipe kepribadian ENFP gemar menumpulkan berbagai ide positif untuk membantu orang lain serta mengalirkan energi positif tersebut pada orang-orang di sekitarnya.

16 Tipe Kepribadian MBTI

14. ENFJ (Extroverted, Intuitive, Feeling, Judging)

Pribadi ENFJ tak memiliki kesulitan berarti dalam menjalin persahabatan dengan kepribadian MBTI lainnya, bahkan dengan pribadi yang sangat tertutup sekalipun. Tak hanya itu, individu ENFJ juga dikenal memiliki empati yang tinggi, sehingga ia sangat senang membantu orang lain untuk mencapai tujuan mereka. Berkat karakter ini, pribadi ENFJ dijuluki sebagai ‘Si Protagonis’.

15. ENTJ (Extroverted, Intuitive, Thinking, Judging)

Orang dengan kepribadian ENTP biasa dikenal sebagai pribadi yang cerdas, kreatif, logis dan paling suka berargumen. Berkat sifat-sifatnya tersebut, orang dengan kepribadian MBTI ENTP mendapat julukan ‘Si Pendebat’.

16. ENTJ (Extroverted, Intuitive, Thinking, Judging)

Terakhir, seorang yang memiliki kepribadian ENTJ biasanya merupakan sosok extrovert yang tegas, percaya diri dan blak-blakan. Pada umumnya, pribadi ini sangat visioner yang artinya ia lebih fokus memikirkan masa depan daripada masa kini. Tak heran jika pribadi ini kerap dijuluki sebagai sebagai ‘Sang Komandan’.

Cara Mengetahui Karakter MBTI

Beberapa website pun sudah menyediakan fasilitas untuk melakukan pengecekan MBTI. Berikut cara melihat kepribadian MBTI Anda.

  1. Buka browser dan akses alamat www.16personalities.com.
  2. Pilih bahasa yang diinginkan. Website 16 personalities terdiri dari 37 bahasa.
  3. Klik ‘Ikuti Tes’ untuk mengerjakan tes. Saat mengikuti tes, jawab dengan jujur dan netral. Agar hasil sesuai dengan kepribadian yang sesungguhnya.
  4. Setelah selesai, jangan lupa klik ‘submit’ untuk melihat hasil.

Anda juga bisa melihat karakter kepribadian lainnya, dengan cara klik ‘Tipe Kepribadian’ di menu paling atas. Pengguna juga bisa melihat survei, sejarah dan artikel yang lebih lengkap pada website tersebut dalam versi Bahasa Inggris.

Apakah Hasil Tes MBTI Akurat?

Keakuratan tes MBTI sebetulnya masih menjadi pertanyaan bagi beberapa orang. Namun, apakah MBTI itu valid? Melansir laman Kumparan, keefektivitasan MBTI memang belum terbukti secara ilmiah, namun bukan berarti tes ini dilarang untuk dilakukan.

Pasalnya, beberapa orang percaya bahwa tes MBTI ini bisa membuat karyawan menjadi lebih berkembang, dapat memahami diri sendiri secara lebih dalam, bisa memahami kepribadian orang lain, menghargai perbedaan, dan masih banyak lagi. Begitu juga dari sisi HRD juga dapat mengetahui karakter karyawan sehingga nantinya dapat menentukan cara terbaik untuk memotivasi karyawan agar dapat bekerja secara optimal.

Selain itu, yang perlu digaris bawahi bahwa MBTI yang dimiliki seseorang tidak dapat dijadikan tolak ukur atas emosi, trauma, tingkat kedewasaan, hingga penyakit mental seseorang.

Lalu Apakah MBTI Bisa Berubah?

Setiap orang tentunya memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Namun, apakah MBTI bisa berubah sewaktu-waktu?

Salah satu penulis buku ternama, Murphy Paul, menyebutkan bahwa sebetulnya MBTI yang dimiliki oleh seseorang dapat berubah-ubah. Hal tersebut dipengaruhi dari bagaimana seseorang memandang atau menghadapi masalah yang terjadi.

Selain itu namun pada dasarnya kepribadian kita akan terus berubah seiring waktu. Maka jangan heran bila hasil Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) yang diperoleh hari ini akan berbeda dalam lima atau 10 tahun mendatang.

Terlepas dari itu, intinya, tes kepribadian MBTI bermanfaat sebagai alat bantu untuk mengenali dan memahami diri sendiri. Begitu juga dalam konteks pekerjaan, karyawan bisa menggunakan berbagai tes kepribadian yang ada sebagai alat bantu untuk membantu mengenali potensi dan keunggulan yang ada dalam diri. Dengan begitu, kita bisa menyikapi keadaan dan merancang solusi atas persoalan yang dihadapi pada saat kerja.

Bicara mengenai potensi karyawan akan lebih baik jika ditunjang sebuah teknologi pendukung untuk menunjang produktivitas, seperti Appsensi. Software yang hadir untuk membantu berbagai perusahaan dari bermacam-macam industri. Solusi operasional human resources (HR) melalui penggunaan dan penerapan teknologi modern.

Aplikasi berbasis mobile untuk kebutuhan Absensi Online, Tarik Gaji dan Payroll. Berbagai pilihan fitur Appsensi tersedia untuk berbagai ukuran bisnis.

Masih Ragu? Berikut Keuntungan yang Anda Dapat dari Absensi Online Appsensi

1. Absensi online hanya dengan smartphone

Absensi karyawan lebih mudah dan fleksibel dengan pilihan check-in dan check-out darimana saja, baik dari kantor, rumah atau dinas luar kota.

2. Absensi online semudah selfie

Absen online lebih mudah seperti selfie, lokasi Anda akan terdata secara otomatis di Appsensi menggunakan GPS.

3. Fitur pengenalan wajah (face recognition)

Hindari kecurangan yang mungkin dilakukan karyawan dengan fitur Face-recognition Appsensi ketika check-in.

4. Check laporan absensi secara transparan

Check jadwal kehadiran karyawan melalui aplikasi mobile dan website secara mudah untuk menghindari rasa curiga akan adanya kecurangan.

Keunggulan Sistem dan Aplikasi Absensi Appsensi

1. Data Absensi Kehadiran Akurat dan Real Time

Hanya satu aplikasi, absensi kehadiran karyawan tetap bisa dikelola secara akurat, real-time serta aman dengan penyimpanan berbasis Cloud.

2. Perhitungan Payroll Otomatis

Sistem absensi kehadiran Appsensi sudah terintegrasi dengan sistem payroll sehingga proses perhitungan payroll akan lebih cepat dan otomatis.

3. Absensi Kehadiran Fleksibel

Absensi kehadiran karyawan secara langsung hanya melalui smartphone dengan laporan kehadiran transparan untuk menghindari human-error.

4. Fitur Earned Wage Access (EWA) mudah diakses

Earned Wage Acces akan membantu perusahaan menghindari turn over dan karyawan untuk memenuhi kebutuhan darurat.

Tertarik untuk mencoba menggunakan Appsensi? atau Anda mempunyai pertanyaan seputar layanan Appsensi jangan ragu untuk hubungi kami atau klik link ini untuk coba gratis selama 30 hari.

Carissa

Marketing Communications

Artikel Terkait

Top Artikel

TOC Icon