Jenis- Jenis Tes HRD Dalam Rekrutmen

September 13, 2022

Dalam proses rekrutmen karyawan, tidak jarang perusahaan akan melakukan beberapa tes yang akan dilakukan oleh HRD. Test HR ini disebut dengan tes asesmen atau tes psikologi. Beberapa perusahaan umumnya akan menerapkan sistem tes ini pada proses rekrutmen sesuai dengan kebutuhannya masing-masing dan dibuat berdasarkan ilmu psikologi. 

Artikel ini akan memperkenalkan pada Anda jenis-jenis tes asesment atau test psikologi yang biasa dilakukan pada perusahaan-perusahaan besar. Mari kita simak.

Key Take Points

  • Test Assessment adalah tes yang dilakukan perusahaan untuk menganalisis serta identifikasi calon karyawan yang paling cocok dengan posisi pekerjaan yang dilamar.
  • Ada beberapa jenis tes yang umumnya dilakukan oleh HRD di perusahaan dalam proses rekrutmen calon karyawan dan untuk promosi karyawan lama.
  • Tes HRD ini tidak bisa dianggap sepele karena apabila salah langkah, ada kemungkinan perusahaan tidak akan mendapatkan kandidat yang cocok untuk perusahaannya. 
Tes HRD

Kenali Test Assessment oleh HRD

Test Assessment adalah tes yang dilakukan perusahaan untuk menganalisis serta identifikasi calon karyawan yang paling cocok dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Hasil tes ini akan memberikan informasi atau data mengenai seberapa cocok kandidat tersebut dengan posisi yang akan diberikan. 

Tes asesmen juga bertujuan untuk mengetahui karakter kepribadian, kelebihan dan kekurangan diri serta potensi calon karyawan. Selain itu tes ini pun juga berfungsi untuk mengetahui apakah calon karyawan tersebut cocok ditempatkan di posisi yang dilamar atau pada posisi lainnya. Sehingga tidak jarang hasil test ini akan menjadi salah satu bahan pertimbangan perekrut atas calon karyawan.

Baca Juga: Contoh Kuesioner Kinerja Karyawan

Jenis-Jenis Tes HRD 

Ada beberapa jenis tes yang umumnya dilakukan oleh HRD di perusahaan dalam proses rekrutmen karyawan yaitu sebagai berikut:

  1. Tes Kemampuan Kognitif

Tes kemampuan kognitif adalah tes untuk mengukur kecerdasan umum dan mengidentifikasi kemampuan calon karyawan. Hasil tes ini akan berguna untuk mengetahui apakah kandidat adalah orang yang berpikir kritis, mampu mempelajari hal baru dan mempraktekannya atau mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Selain itu, hasil tes ini juga akan berguna untuk memprediksi potensi kandidat di masa depan serta mengetahui kualitas yang berhubungan dengan pekerjaan.

  1. Tes Kepribadian

Seperti namanya, tes kepribadian adalah tes untuk mengetahui kepribadian seseorang yang relevan dengan kinerja pekerjaannya. Tes ini akan membantu HRD untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan seseorang cocok dengan pekerjaannya. 

  1. Tes Integritas

Tes integritas adalah salah satu jenis tes kepribadian khusus yang dirancang untuk menilai kecenderungan pelamar untuk bersikap jujur, dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Tes ini mengukur rangkaian kecenderungan perilaku secara lebih spesifik, terutama mengenai integritas dan kejujuran kandidat. 

  1. Tes Fisik

Jenis tes ini umumnya hanya dilakukan oleh beberapa perusahaan yang membutuhkan kemampuan fisik, sehingga tes ini akan lebih berfokus untuk mengetahui kekuatan dan ketahanan kandidat. Umumnya tes jenis ini hanya ditujukan untuk perusahaan yang memerlukan kandidat yang memiliki kebugaran fisik tertentu dalam bekerja untuk dapat bekerja sesuai standar yang ditetapkan.

  1. Tes Keterampilan

Tes keterampilan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kandidat memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pekerjaan barunya, sehingga tes ini umumnya hanya berfokus pada wawasan kandidat mengenai pekerjaan yang dilamar.

  1. Tes Kecerdasan Emosional

Tes jenis ini akan difokuskan untuk mengetahui apakah kandidat dapat mengatur emosi dalam bekerja dan bagaimana cara mengaturnya. Sehingga seseorang yang memiliki kemampuan emosional tinggi, akan mampu meredam konflik yang mungkin terjadi di kantor dan memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah dalam pekerjaan. 

Tes asesmen tidak hanya dilakukan untuk proses rekrutmen karyawan baru saja, ada juga jenis tes asesmen yang dilakukan untuk karyawan yang akan dipromosikan untuk jabatan tertentu. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kepemimpinan karyawan termasuk tentang kemandiriannya, kemampuan untuk mendelegasikan tugas serta membantu memberikan solusi kepada tim dalam menghadapi permasalahan. Berikut ini jenis tes yang dilakukan untuk proses promosi karyawan:

  1. Tes Psikometri

Tes psikometri bertujuan menilai potensi tiga area kognitif karyawan seperti area penalaran abstrak, area penalaran verbal, dan area penalaran angka. Tes dirangkai menurut metode konstruksi tes dengan kajian analisis statistik. Tes juga menerapkan uji reliabilitas dan uji validasi, serta mempunyai tata cara penilaian yang baku.

  1. Tes Simulasi atau Exercise

Tes ini berguna dalam menilai beragam respon dan perilaku karyawan oleh perekrut saat menjalani simulasi. Perilaku karyawan dapat diobservasi dengan simulasi. Selanjutnya dilakukan pencatatan dan dimasukkan ke dalam kategori sesuai dengan kriteria standar penilaian yang telah ditentukan.

  1. Inventory atau Self Preference

Metode tes ini akan mengukur preferensi dari karyawan saat berhadapan dengan kondisi kerja, motivasi kerja, situasi sosial, cara kerja dan juga sikap individu. Bentuk tes ini adalah sejumlah pertanyaan yang dijawab kemudian hasilnya akan digunakan sebagai pendukung hasil tes lainnya.

  1. Wawancara

Perekrut menyusun pertanyaan-pertanyaan yang didesain khusus dengan struktur dan indikator perilaku kompetensi yang telah ditetapkan perusahaan. Lewat wawancara perekrut mendapat gambaran lebih detail mengenai tindakan dan sikap karyawan ketika menghadapi suatu hal.

  1. Role Playing

Tes ini mirip dengan simulasi, namun menggunakan cara yang lebih khusus untuk merefleksikan peran karyawan dan kondisi tertentu. 

  1. Analisa Kasus

HRD dapat menilai cara pandang karyawan dalam menyelesaikan masalah atau mencari sudut pandang yang mengarah pada solusi dengan memberikan suatu analisa kasus kepada karyawan. Cara ini cukup mirip mirip dengan konsep role playing, namun pada tes ini akan ditambahkan kompetensi untuk analisis dan sintesis yang lebih mendalam untuk lebih memahami kasus yang diberikan.

  1. Presentasi

Presentasi adalh salah satu keahlian dasar yang sangat dibutuhkan saat ini. Karyawan harus memiliki kemampuan presentasi yang baik, dapat menarik dan meyakunkan pendengarnya. Dengan dilakukannya tes presentasi, HRD dapat mengetahui kemampuan karyawan dalam membawakan presentasi, menerangkan produk dengan jelas dan mudah dipahami serta membuat audiens tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

Alasan Mengapa Tes HRD Penting di Tahap Awal Rekrutmen

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa tes HR ini perlu dilakukan pada awal rekrutment dan bukan dilakukan sebelum wawancara. Tes HRD ini tidak bisa dianggap sepele karena apabila salah langkah, ada kemungkinan perusahaan tidak akan mendapatkan kandidat yang cocok untuk perusahaannya. 

Salah satu alasan mengapa tes HRD perlu dilakukan diawal adalah tes psikotes adalah tahapan paling awal untuk membaca kepribadian karyawan. HRD perlu jeli untuk membaca kepribadian para calon karyawan dan untuk mengetahui kepribadian seseorang ada baiknya dilakukan psikotes agar HRD bisa mendapatkan gambaran umum mengenai seseorang dan seberapa cocok karyawan tersebut dengan perusahaan. 

Alasan kedua adalah HRD dapat mengetahui potensi calon karyawan dari hasil psikotes, sehingga hasil tes tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan HRD dalam memilih kandidat terbaik. Alasan terakhir adalah psikotes sendiri berfungsi sebagai alat ukur tingkat kecerdasan calon karyawannya. Hal ini cukup penting terutama apabila anda memerlukan kandidat yang cocok untuk mengisi posisi yang mengkhususkan calon karyawan memiliki intelegensi tertentu. 

Appsensi sebagai Alat Bantu HRD

HRD memerlukan banyak waktu, energi serta pemikiran untuk memilah kandidat yang cocok dengan perusahaan serta mengolah hasil tes calon karyawan. Sehingga dibutuhkan teknologi yang tepat agar memudahkan pekerjaan HRD. Selain itu, dikarenakan proses rekrutmen yang cukup panjang dan rumit, tentunya beberapa pekerjaan administratif HRD akan tersita dan tidak ada waktu cukup untuk mengolah data absensi serta payroll karyawan. 

Appsensi menjawab keresahan HRD dalam mengatasi pengelolaan data administratif seperti data absensi karyawan, payroll, klaim hingga reimbursement hanya dalam satu dashboard. Appsensi memiliki sejumlah fitur yang dapat membantu HRD dalam mengerjakan pekerjaan administratif dalam waktu singkat, mudah dan dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut kemudahan-kemudahan yang disediakan oleh Appsensi? Klik link ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Appsensi. 

Author Profile

Nuritia Ramadhani

Content Manager

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments