Hero Blog Employee Management

Ini dia 5 Cara Menghadapi Karyawan yang Malas Bekerja agar makin Rajin

Februari 10, 2021

Article by Ricky Caesar Sam

Mengetahui cara menghadapi karyawan yang malas bekerja penting untuk Anda pahami. Yaitu agar dapat memotivasi dan membangkitkan semangatnya lagi sehingga lebih produktif dan menghasilkan kinerja maksimal. Hal ini sering terjadi karena beberapa hal, baik masalah internal maupun eksternal.

kinerja karyawan

Penyebab Karyawan yang Malas Bekerja

Segala sesuatu tentu dilakukan karena memiliki alasan khusus, sehingga sebelum menanganinya sebaiknya mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Hal ini bertujuan agar bisa mendapatkan keputusan terbaik dan tidak bertindak gegabah atau berdasarkan emosi sesaat. Berikut ini ulasannya:

  1. Bekerja Tidak Sesuai Passion

Seorang yang bekerja sesuai dengan passion cenderung semangat meski menghadapi kegagalan. Namun apabila tanggung jawab yang diemban di luar kendalinya, maka kemungkinan besar perasaan bosan akan cepat datang. Tentu hal itu berdampak kurang baik jika berlangsung lama.

Sebenarnya masalah ini berkaitan dengan awal tujuan untuk melamar kerja di perusahaan tersebut. Tentunya karyawan akan ditempatkan sesuai dengan surat lamaran yang diajukan. Jika di luar itu, biasanya karena terpaksa, sebab sudah tidak ada kursi kosong pada tujuannya.

  1. Kurang Nyaman dengan Atasan

Setiap atasan memiliki sifat dan ciri khas masing-masing, terkadang sikap yang terlalu keras atau mengekang akan membuat karyawan menjadi tidak nyaman. Akibatnya, mereka bekerja di bawah tekanan sehingga memberi hasil kurang maksimal karena tidak dapat mengeksplor idenya.

Karyawan akan senang dengan bos yang menyenangkan, dalam artian bisa menghargai sesamanya meski jabatannya lebih tinggi. Cara yang dilakukan bisa dengan tindakan sederhana, misalnya memberi senyum, berkata baik / sopan, mengambil keputusan berdasarkan bukti, dan tidak memihak.

  1. Gaji yang Didapatkan Tidak Sesuai

Seseorang bekerja selain untuk beribadah juga sebagai jalan baginya mendapatkan penghasilan. Jika gaji yang didapat tidak setimpal dengan kinerja yang diberikan tentu terkesan kurang menghargai. Maka dari itu, saat melamar pekerjaan, karyawan harus menetapkan gaji dengan perhitungan tertentu.

Ketika gaji yang didapatkan tidak sesuai dengan tanggung jawabnya, memungkinakn untuk menurunkan semagat kerjanya. Namun biasanya saat memiliki kinerja maksimal nantinya akan ada kenaikan jabatan dan gaji. Oleh sebab itu carilah pengertian kepada mereka terkait hal ini.

  1. Sistem Kerja yang Kurang Tepat

Ssistem kinerja yang terlalu padat apalagi tanpa hari libur, bisa mengakibatkan kelelahan dan menimbulkan rasa bosan berlebihan. Akibatnya kinerja otak menjadi lemah dan progres yang dihasilkan menjadi lambat, bahkan bisa jadi stag dan tidak memberi hasil yang memuaskan.

Sebagai pemimpin, sebelum menentukan sistem kerja, terlebih dahulu harus mengadakan estimasi serta melihat beberapa referensi baik dari media digital maupun secara nyata. Selain itu usahakan melihat target karyawan untuk menyesuaikan dengan visi-misi perusahaan itu bergerak.

  1. Lingkungan Tempat Kerja

Lingkungan kerja yang penuh dengan persaingan akan memberi kesan kurang nyaman, karena sejatinya bekerja dalam kantor adalah saling melengkapi dan melakukan tanggung jawabnya. Oleh karenanya, sebelum mengajukan lamaran pelajari terlebih dahulu profil perusahaan.

Jika Anda melamar kerja di startup maka spesifikasi yang dibutuhkan adalah seorang yang bisa bekerja dalam tekanan, multitasking, serta memiliki kemampuan dalam bidang teknologi. Jika merasa kurang mampu, ada baiknya mempertimbangkan kembali untuk jangka panjangnya.

Baca Juga: Apa saja standar penilaian kinerja karyawan yang efektif

menghadapi karyawan yang malas

Cara Menghadapi Karyawan yang Malas Bekerja

Memiliki karyawan yang malas bekerja bisa mengakibatkan progres dari perusahan kurang baik. Terutama jika mereka menempati jabatan penting. Sebagai seorang pemimpin, sudah selayaknya Anda mengambil tindakan dengan bjak, berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Berikan Sanksi Sesuai Peraturan

Setiap pelanggaran berikan sanksi tegas untuk membuatnya jera dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Anda juga dapat membentuk tingkatan, misalnya kesalahan satu kali diperingatkan, kedua diberi keringanan, dan terakhir terancam dikeluarkan dari perusahaan.

Perlu Anda ingat jangan lupa mengapresiasi kinerja serta prestasi yang sudah dicapai selama bekerja di perusahaan. Caranya yaitu misalnya dengan mengadakan acara baik berupa makan malam, liburan bersama, atau mengadakan kegiatan amal sehingga akan merasa senang.

  1. Tegur Secara Langsung

Saat menegur, pastikan tidak di depan orang banyak karena bisa membuat mereka seperti dipermalukan. Panggilah pada ruangan pribadi, kemudian tanyakan alasan mengapa karyawan melakukan tindakan pelanggaran peraturan. Selanjutnya ambillah keputusan secara adil.

Pastikan tidak mengambil keputusan berdasarkan kemarahan. Usahakan berpikir tenang serta memberi sanksi berdasarkan kesalahan yang diperbuat menggunakan bukti nyata. Hindari sabotase, sebab tidak menutup kemungkinan persaingan membuat seseorang menghalalkan segala cara.

  1. Ciptakan Rasa Kekeluargaan di Kantor

Menumbuhkan rasa kekeluargaan, adalah salah satu cara alami untuk membentuk tim yang solid. Dengan begitu akan tercipta karya berkualitas serta bekerja dengan hati. Ketika seseorang melaksanakan tanggung jawabnya tanpa terpaksa, maka kemungkinan besar hasilnya bagus.

Cara menumbuhkannya yaitu bisa menggunakan cara sederhana yaitu dengan menunjukkan bahwa Anda membutuhkan mereka, menjadi sosok pemimpin yang pengertian, serta membangun kedekatan. Pastikan tindakan tersebut tidak berlebihan, serta tetap tampilkan kesan berwibawa.  

  1. Sediakan Fasilitas Memadai

Seorang pemimpin sederhananya memiliki peran layaknya otak dalam kepala. Dengan begitu, mulai dari keputusan serta berjalannya kegiatan di kantor bergantung dengan instruksinya. Oleh sebab itu, selalu usahakan untuk selalu mengambil keputusan berdasarkan pemikiran logis.

Salah satunya berkaitan dengan fasilitas yang diberikan, jangan sampai menekan karyawan untuk memberi hasil terbaik namun tidak didukung dengan perlengkapan memadai. Anda bisa terlebih dahulu melakukan survey atau mencari referensi sejalan dengan bidang perusahaan.

  1. Lakukan Evaluasi Kerja

Evaluasi sendiri merupakan wadah pemimpin serta karyawan menyampaikan baik progres atau kinerja selama kurun waktu tertentu. Tujuan pengadaannya yaitu, untuk memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi. Hal ini bermanfaat sebagai koreksi agar nantinya tidak terulang kembali.

Kegiatan evaluasi sendiri sangat penting, karena bisa mendekatkan hubungan antara pemimpin dan karyawan. Selain itu mereka dapat menyampaikan pendapatnya tanpa adanya tekanan. Sebaiknya hindari adanya adu mulut atau saling menjatuhkan satu sama lain agar tetap solid.

Demikian penjelasan terkait dengan cara menghadapi karyawan yang malas bekerja agar dapat mencari solusi terbaik sehingga kinerja perusahaan semakin maksimal. Usahakan untuk mengapresiasi kerja keras mereka agar memiliki semangat lebih meski dengan hal sederhana.

Baca Juga: Leader Vs Boss, mana yang lebih baik?

Pantau produktivitas karyawan dan team anda dengan Appsensi, gunakan fitur task assignment dan schedule report. Lihat waktu jam kerja dan periode yang diinginkan coba gratis 30 hari.

Isi from berikut dibawah ini untuk coba GRATIS 30 HARI aplikasi HR dari Appsensi :

Ricky Caesar Sam

Head of Sales and Marketing Appsensi

Artikel Terkait

Top Artikel

Tulis Komentar

Nama

Email

Komentar

Artikel Terkait

TOC Icon