7 Skill yang Karyawan Butuhkan untuk Mencapai Profesionalitas di Perusahaan

Desember 16, 2021

Bekerja dengan tingkat profesionalitas tinggi menjadi harapan sejumlah karyawan perusahaan. Tak hanya membantu menunjukkan kemampuan diri, hal ini pun memudahkan perusahaan mencapai target-target yang ditetapkan melalui SDM yang kompeten.

Namun, untuk mencapai status sebagai karyawan profesional, dibutuhkan kerja keras, komitmen, serta upaya-upaya lainnya. Jika Anda ingin dianggap profesional di tempat kerja, mari simak definisi hingga langkah-langkah untuk mewujudkannya!

7 Skill yang Karyawan Butuhkan untuk Mencapai Profesionalitas di Perusahaan

Pengertian profesionalitas

Secara garis besar, profesionalitas adalah istilah yang menunjukkan kualitas orang-orang dalam menjalankan profesinya. Hal tersebut dilakukan dengan mengaplikasikan keahlian, skill, maupun pengetahuan terhadap tugas-tugas yang jadi tanggung jawab mereka di perusahaan. Istilah ini berbeda dari profesionalisme yang lebih mengacu pada sikap mental untuk menjaga komitmen terhadap profesi, termasuk meningkatkan mutu profesionalitasnya.

Kemudian, profesionalitas juga dapat dianggap sebagai cara mengkomunikasikan pengetahuan terhadap pekerjaan yang Anda lakukan. Konsepnya pun bukan sesuatu yang sederhana, sebab Anda akan berhubungan dengan berbagai pihak, dari perusahaan hingga masyarakat luas.

Karakteristik profesionalitas

Karyawan dikatakan profesional saat mereka dianggap expert atau ahli dalam bidang tertentu sekaligus memiliki tanggung jawab atau responsibility saat mengambil keputusan. Status ini pun dapat diperoleh secara formal maupun informal. Pengakuan formal bisa didapatkan melalui badan atau lembaga pendidikan, sementara yang informal diberikan masyarakat atau pengguna jasa profesi yang bersangkutan.

Adapun karakteristik dari profesionalitas mencakup:

  • Bangga dengan pekerjaan dan mampu memperlihatkan komitmen serta kualitas;
  • Bertanggung Jawab terhadap profesi atau pekerjaan;
  • Mampu mengantisipasi sesuatu dan berinisiatif untuk menyelesaikan masalah;
  • Dapat menuntaskan pekerjaan tepat waktu tanpa meninggalkan kesalahan fatal;
  • Mempunyai dorongan untuk terus belajar untuk mengembangkan dan meningkatkan skill;
  • Bersedia menyimak kebutuhan sesama karyawan, klien, atau pelanggan;
  • Dipercaya pihak lain karena jujur, loyal, dan berani berterus terang;
  • Terbuka terhadap kritik yang sifatnya membangun.

Baca juga: 5 Trend HR dan Manajemen karyawan yang perlu Anda ketahui

Skill untuk menjadi karyawan profesional

Melatih diri menjadi karyawan profesional memang tak mudah, terutama bagi Anda yang baru terjun ke dunia kerja. Namun, semakin cepat membiasakan diri, semakin mudah juga Anda memperlihatkan profesionalitas di mata perusahaan.

Beberapa skill atau kemampuan yang perlu Anda asah sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Meski begitu, Anda harus menerapkannya sesuai kebutuhan di tempat kerja. Berikut tujuh skill dasar yang dapat membantu Anda jadi karyawan profesional, seperti yang disita dari Her Campus.

1. Komunikasi

Tak dipungkiri komunikasi menjadi kunci kesuksesan dalam meniti karir di perusahaan. Dalam hal ini, Anda harus mampu berkomunikasi secara efektif kepada sesama rekan kerja, atasan, maupun bawahan. Bentuknya pun bukan hanya dalam bentuk verbal, melainkan juga tulisan. Apalagi Anda nantinya akan berinteraksi dengan banyak pihak dengan media berbeda.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan skill komunikasi. Di antaranya menjaga korespondensi dengan rekan kerja dan berani menanyakan sesuatu yang butuh kejelasan.

2. Kerja sama

Profesionalitas pun terlihat dari bagaimana Anda membangun kerja sama di perusahaan. Pasalnya target-target perusahaan tak akan terwujud kalau hubungan di antara karyawan renggang. Oleh karena itu, selain membina relasi yang baik, Anda harus mampu mendorong rekan kerja agar tugas atau proyek yang menjadi tanggung jawab dapat diselesaikan tepat waktu.

Salah satu langkah yang membantu Anda menciptakan kerja sama yang baik adalah menurunkan ego. Dengan begitu, kesepakatan juga dapat dicapai.

3. Kepemimpinan 

Kepemimpinan atau leadership bukan hanya jadi kriteria yang wajib dimiliki atasan. Karyawan pun sebaiknya memiliki kemampuan dalam memimpin untuk mencapai profesionalitas. Karena Anda tak pernah tahu kapan manajer atau direktur memberikan tanggung jawab untuk menjadi pemimpin sebuah proyek. Hal ini juga menjadi bukti bahwa mereka percaya dengan kemampuan Anda.

Sebelum ditunjuk, Anda dapat berinisiatif menjadi pemimpin proyek. Mulai dari yang skalanya kecil untuk melatih diri, hingga akhirnya lebih percaya diri untuk memegang proyek yang lebih besar.

4. Analisis dan problem solving

Perusahaan sangat mempertimbangkan skill karyawan dalam menganalisis dan memecahkan masalah (problem solving) dengan cara efektif. Sejumlah ahli menyebutkan bahwa skill tersebut akan mendorong perusahaan untuk mendapatkan ide kreatif dalam tim sekaligus memastikan karyawan-karyawan mandiri dalam mengentaskan masalah sebagai bukti profesionalitas mereka.

Untuk melatih kemampuan analisis dan pemecahan masalah, Anda harus fokus pada solusi alih-alih rintangan yang dihadapi. Langkah ini secara tak langsung menjauhkan Anda dari emosi negatif.

5. Fleksibel dan mampu beradaptasi

Masalah adalah bagian dari perusahaan yang membuat pekerjaan Anda lebih dinamis. Oleh karena itu, Anda harus memiliki kemampuan dalam beradaptasi dan fleksibel dalam menghadapi hambatan, terutama yang sifatnya tiba-tiba. Selain memperlihatkan profesionalitas, skill inipun membuat Anda dipandang sebagai sosok yang siap dan bisa diandalkan kapan saja.

Sementara Anda yang belum memiliki kemampuan adaptasi pasti akan kesulitan bekerja dan rentan kehilangan fokus. Akibatnya, pekerjaan bakal terbengkalai.

6. Bisa memotivasi diri sendiri

Mendapatkan atasan yang dapat berperan sebagai mentor di tempat kerja adalah keberuntungan yang tak boleh disia-siakan karyawan mana pun. Lantas, bagaimana kalau nasib Anda kurang mujur? Bagaimana kalau atasan Anda malah cenderung bossy? Dalam situasi seperti ini, kemampuan memotivasi diri sendiri sangat diperlukan agar Anda dapat meneruskan pekerjaan. 

Selain itu, dengan memotivasi diri, Anda dapat lebih produktif bekerja dan membantu karyawan lain supaya tak patah semangat.

7. Mahir menguasai teknologi terkini

Skill terakhir yang akan mendorong Anda mencapai profesionalitas terbaik di tempat kerja adalah mahir menguasai teknologi terkini. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, perusahaan harus mengejar ketertinggalan kalau tak mau bangkrut. Karyawan yang selalu update dengan berita-berita terbaru di bidang teknologi jelas membantu perusahaan untuk berkembang. 

Selain untuk perusahaan, menguasai teknologi baru juga membantu Anda saat harus memakai peralatan elektronik canggih untuk mengerjakan tugas di perusahaan.

Baca juga: Berikut Soft Skill yang Harus Dimiliki Karyawan

Manfaat menjadi karyawan profesional

Manfaat menjadi karyawan profesional

Dengan mengasah skill-skill di atas secara konsisten, Anda akan lebih mudah membangun citra diri sebagai karyawan profesional. Namun, manfaat profesionalitas tak hanya dirasakan perusahaan. Saat menjalani profesi di tempat kerja, Anda pun bakal menerima berbagai benefit berikut ini:

1. Menjaga nama baik diri sendiri

Ketika rekan kerja, atasan, hingga bawahan menganggap Anda sebagai karyawan profesional, saat itu secara tak langsung Anda menjaga nama baik diri sendiri. Di sisi lain, Anda harus terus menjaga perilaku dan mengembangkan kemampuan untuk terus berkontribusi. Jangan sampai profesionalitas Anda tercoreng gara-gara kesalahan kecil.

2. Meredakan perselisihan di tempat kerja

Persaingan di antara karyawan bukan sesuatu yang aneh di perusahaan. Akan tetapi, dalam situasi tertentu, perselisihan tersebut dapat meledak menjadi pertengkaran yang mengganggu workflow di perusahaan. Sebagai karyawan yang memiliki skill komunikasi yang baik, Anda dapat mengambil tindakan untuk meredakannya dan menjadi mediator untuk menemukan solusi.

3. Tak lama-lama larut dalam masalah

Seperti yang disebutkan, profesionalitas akan membantu Anda menguatkan fokus bekerja, sebab Anda tak terlalu lama larut dalam masalah. Namun, bukan berarti Anda menghindarinya. Justru saat menghadapi masalah, Anda akan dengan cepat memikirkan jalan keluar yang efektif lewat skill dan tugas yang sedang dijalani.

4. Sabar dan bijak dalam bersikap

Kemampuan dalam mengendalikan emosi dan beradaptasi menjadikan Anda sebagai sosok yang sabar dan bijak dalam bersikap. Jadi saat ada masalah, Anda tak mudah terpancing emosi dan bisa menganalisis situasi supaya solusi cepat ditemukan. Anda pun bakal menyadari bahwa sabar dan kebijaksanaan bukan hanya tanda profesionalitas, tetapi juga kunci ketenangan hidup.

5. Memperbaiki hubungan yang retak

Dengan menjadi karyawan profesional, Anda dapat mengetahui kapan sebaiknya menyelesaikan masalah di ranah bisnis dan yang sifatnya personal. Salah satunya saat Anda berselisih paham dengan rekan kerja. Anda dapat berinisiatif untuk memperbaiki hubungan dan mengambil solusi yang disepakati bersama. 

Memantau profesionalitas karyawan dengan Appsensi

Mengukur profesionalitas karyawan pun kini sudah dipermudah dengan kemajuan teknologi. Hal ini dapat Anda buktikan bersama Appsensi, sebuah aplikasi absensi mobile yang telah dilengkapi sejumlah fitur terbaik. Sebut saja mobile attendance dan laporan aktivitas yang membantu Anda memantau performa karyawan. Melalui data-data yang disimpan dalam cloud dan terenkripsi, Anda dapat menilai karyawan mana saja yang layak diberi apresiasi dan disebut rekan kerja dan karyawan yang profesional.

Author Profile

Ricky Caesar Sam

Head of Sales and Marketing Appsensi

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments