Pengertian, Cara Mengasah, dan Contoh Berpikir Kritis

Desember 2, 2022

Berpikir kritis atau critical thinking adalah soft skill kunci di tempat kerja. Pada akhirnya, berpikir kritis akan membantu karyawan memecahkan masalah dan mengembangkan strategi untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik.

Oleh karena itu, pengusaha dapat mencari karyawan dengan keterampilan berpikir kritis yang kuat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang berpikir kritis.

Pengertian, Cara Mengasah, dan Contoh Berpikir Kritis

Key Takeaways:

  • Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis informasi secara efektif dan membentuk penilaian.
  • Berpikir kritis dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika sedang ingin menyelesaikan masalah, menganalisis risiko, menganalisis data, mempekerjakan karyawan, serta ketika ingin mendukung kerja sama tim.

Pengertian Berpikir Kritis

Orang melatih berpikir kritis dengan menggunakan rasionalitas untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dipercaya dalam situasi tertentu. Karyawan yang mampu berpikir secara kritis adalah orang yang berpikir rasional, berintrospeksi, mandiri, dan kompeten.

Jika Anda berlatih berpikir kritis, Anda secara logis menghubungkan ide-ide, meneliti dan mengevaluasi argumen, menemukan inkonsistensi dan kesalahan dalam pekerjaan, memecahkan masalah yang kompleks, dan terlibat dalam proses refleksi.

Pemikir kritis tidak hanya mengumpulkan informasi dengan baik, tetapi mereka juga tahu bagaimana menggunakannya untuk menyimpulkan fakta dan menilai hasil.

Dengan mengkonseptualisasikan hasil, pemikir kritis cenderung lebih baik dalam pemecahan masalah daripada mereka yang hanya menghafal informasi.

Oleh karena itu, pemberi kerja akan menghargai orang yang memiliki kemampuan berpikir kritis—terutama dalam pekerjaan yang perlu mempersiapkan strategi. 

Kenapa Kemampuan Berpikir Kritis itu Penting?

Memang apa sih pentingnya berpikir kritis? Pemikir kritis sangat dibutuhkan di tempat kerja karena bisnis selalu membutuhkan solusi yang lebih baik dan informasi yang lebih banyak. Selain itu, berpikir secara kritis di tempat kerja membantu Anda:

  • Meningkatkan pengambilan keputusan, evaluasi validitas argumen dan dampak potensialnya
  • Membentuk pendapat Anda sendiri tentang suatu topik, kembangkan etika dan kepercayaan diri Anda
  • Terlibat pada tingkat yang lebih dalam dan lebih cerdas dengan rekan kerja dan supervisor Anda untuk membentuk hubungan kerja yang lebih kuat
  • Evaluasi pekerjaan Anda untuk menentukan cara meningkatkan kualitas dan efisiensi
  • Mengembangkan keterampilan pemahaman yang lebih baik, baik dalam percakapan dan membaca

Baca juga: Pengertian Assessment yang Wajib Dipahami Setiap Perusahaan

Contoh Berpikir Kritis dalam Dunia Nyata

Dari melakukan pekerjaan akademik atau kegiatan rutin hingga memecahkan berbagai masalah skala besar, berpikir kritis diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh berpikir kritis dalam kehidupan nyata 

1. Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah

Misalkan manajer Anda meminta Anda untuk menemukan solusi efektif untuk masalah yang mempengaruhi bisnis. Apa yang akan menjadi langkah pertama Anda? 

Seperti kebanyakan orang, Anda mungkin juga mulai mencari solusi potensial untuk menghadapi situasi itu. Nah, di sini diperlukan kemampuan berpikir kritis. 

Sebelum mencari solusi, seseorang perlu mengambil langkah mundur dan mencoba memahami penyebab masalahnya terlebih dahulu. Seseorang harus meminta pendapat orang lain tentang bagaimana masalah khusus ini memengaruhi mereka dan bisnis secara keseluruhan. 

Jika Anda sampai pada sebuah solusi, Anda seharusnya tidak hanya mengandalkan satu solusi, tetapi Anda harus selalu memiliki berbagai rencana cadangan jika solusi pertama tidak bekerja seperti yang diharapkan. 

Nah, berpikir kritis memungkinkan orang untuk menemukan solusi terbaik untuk masalah apa pun. Tidak hanya itu, seseorang juga perlu melihat situasi apa pun dari berbagai perspektif karena dalam beberapa kasus, keputusan Anda tidak hanya berdampak pada Anda tetapi juga orang-orang di sekitar.

2. Berpikir Kritis dalam Menganalisis Risiko

Penilaian risiko adalah faktor penting lainnya, yang membutuhkan kemampuan berpikir secara kritis. 

Penilaian risiko diperlukan di berbagai sektor, mulai dari anak-anak yang menganalisis dampak makan junk food terhadap kesehatan mereka hingga bisnis besar dalam menganalisis dampak kebijakan tertentu terhadap pertumbuhan perusahaan. 

Misalnya, ketika membangun sebuah bangunan, para insinyur perlu mengevaluasi semua potensi risiko atau bahaya yang dapat terjadi di lokasi konstruksi. Ini untuk memastikan bahwa para pekerja dapat melakukan pekerjaan mereka dengan aman. 

Jika para insinyur atau kepala proyek tidak berpikir jernih dan rasional untuk menganalisis potensi risiko, kemungkinan pegawai yang cedera atau kecelakaan sangatlah tinggi. Ini dapat berdampak negatif pada tenaga kerja dan reputasi manajer proyek.

3. Berpikir Kritis dalam Analisis Data

Keterampilan analisis data sangat penting dalam berbagai sektor pekerjaan. Di era sekarang ini, hampir setiap bidang menuntut para ahli yang dapat secara akurat mengevaluasi data atau informasi yang tersedia dan menarik kesimpulan yang efektif darinya. 

Dengan kemajuan teknologi, berbagai tugas analisis data seperti mencari untung dan rugi dan menerbitkan faktur dapat dilakukan dengan bantuan berbagai software, tetapi itu tidak berarti bahwa keterampilan manusia tidak diperlukan. 

Berbagai macam perangkat lunak hanya dapat mengubah sejumlah besar data menjadi beberapa format yang lebih sederhana dan mudah dibaca, tetapi kemampuan untuk berpikir manusialah yang diperlukan untuk menafsirkan data secara efektif dan menerapkan wawasan yang diperoleh untuk manfaat. 

Analisis data bahkan dapat membantu kita memperkirakan tren masa depan dan potensi risiko dalam mengambil keputusan apa pun.

4. Berpikir Kritis dalam Mempekerjakan Karyawan

Kemampuan untuk melihat situasi secara objektif tanpa terpengaruh oleh keyakinan atau pemikiran pribadi adalah salah satu ciri penting dari berpikir kritis. 

Dalam bisnis, tim HR memerlukan pemikiran kritis untuk mengevaluasi sejumlah besar resume untuk memilih kandidat yang cocok untuk posisi yang dibutuhkan. Berpikir kritis di sini memungkinkan HR untuk tidak mempekerjakan kandidat hanya berdasarkan berbagai faktor seperti jenis kelamin, usia, atau agamanya.

Tim perekrutan mungkin cenderung memilih kandidat berdasarkan keyakinan subjektifnya jika dia tidak menggunakan pemikiran kritis. Oleh karena itu, pemikiran kritis dapat membantu HR untuk merekrut karyawan terbaik yang pada akhirnya dapat mengarah pada pertumbuhan perusahaan.

5. Mendukung Kerja Sama Tim

Berpikir kritis juga penting dalam kerja sama tim. Dalam sebuah tim, setiap individu itu unik dan memiliki ide yang berbeda untuk mengatasi masalah yang diajukan. Pemimpin tim bertanggung jawab untuk memahami perspektif setiap anggota dan mendorong mereka untuk bekerja secara kolektif untuk memecahkan masalah bersama. 

Anda mungkin menganggap pendapat anggota tim Anda yang lain tidak efektif, tetapi daripada langsung menyangkal pendapat mereka, Anda harus menganalisis saran mereka secara logis dan mencoba menyampaikan sudut pandang Anda mengenai masalah dengan cara yang efektif dan tenang. 

Jika ketua tim tidak menggunakan cara berpikir kritis, sebaliknya, dia mementingkan pendapatnya atas orang lain, tim pasti akan gagal.

Baca juga: 7 Skill yang Karyawan Butuhkan untuk Mencapai Profesionalitas di Perusahaan

Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking?

Nah, Anda sudah tahu pengertian berpikir kritis, kenapa itu penting, dan bagaimana contoh implementasinya. Kini, langkah selanjutnya yang harus diambil adalah meningkatkan kemampuan itu.

Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis di tempat kerja untuk menjadi karyawan yang lebih baik.

1. Berpikir Analitis

Mampu menganalisis informasi dengan benar adalah aspek terpenting dari berpikir kritis. Selain mengumpulkan dan menafsirkan informasi, Anda juga harus menilai data dengan skeptis.

Saat meneliti topik, pemikiran analitis membantu kita membedakan antara informasi yang sesuai secara kontekstual dan informasi yang tidak sesuai.

2. Berkomunikasi yang Baik

Mau Anda menggunakannya untuk mengumpulkan informasi atau untuk meyakinkan orang lain bahwa kesimpulan Anda benar, komunikasi yang baik sangat penting untuk proses berpikir kritis Anda.

Membuat orang berbagi ide dan informasi mereka dengan Anda dan menunjukkan bahwa pemikiran kritis adalah komponen kesuksesan.

Jika Anda membuat keputusan terkait pekerjaan, komunikasi yang tepat dengan rekan kerja Anda akan membantu Anda mengumpulkan informasi lebih untuk membuat pilihan yang tepat.

3. Berpikir Kreatif

Mampu menemukan pola spesifik dalam informasi dan membuat koneksi abstrak antara data yang tampaknya tidak terkait dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis.

Dengan menganalisis prosedur dan proses kerja, Anda dapat secara kreatif menemukan cara untuk membuatnya lebih cepat dan lebih efisien.

Kreativitas adalah keterampilan yang dapat diasah dari waktu ke waktu dan berharga untuk semua posisi, tingkat pengalaman, dan industri.

4. Memiliki Pikiran yang Terbuka

Pendidikan dan pengalaman sebelumnya dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk menilai situasi tertentu secara objektif.

Mengakui bias ini dapat meningkatkan pemikiran kritis Anda dalam keseluruhan proses pengambilan keputusan.

Misalnya, jika Anda berencana untuk mengadakan rapat dengan cara tertentu dan partner Anda menyarankan untuk menggunakan strategi yang berbeda, Anda harus membiarkan mereka berbicara dan menyesuaikan pendekatan Anda berdasarkan masukan mereka.

Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking?

5. Mengajukan Pertanyaan yang Bijaksana

Mengajukan pertanyaan yang tepat baik dalam situasi pribadi maupun profesional merupakan langkah penting dalam menarik kesimpulan yang tepat.

a. Pertanyaan terbuka

Mengajukan pertanyaan terbuka dapat membantu Anda mendapatkan informasi yang relevan ketika berkomunikasi dengan orang. 

Ini adalah pertanyaan yang jawaban bukan sekedar “ya” atau “tidak” saja. Jenis pertanyaan ini mengharuskan orang untuk menguraikan jawabannya.

b. Pertanyaan berbasis hasil

Jika Anda merasa bahwa pengalaman dan keterampilan orang lain akan membantu Anda melakukan pekerjaan dengan lebih efektif, pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan berbasis hasil.

Menanyakan seseorang bagaimana mereka akan bertindak dalam situasi hipotesis tertentu akan memberi Anda wawasan tentang keterampilan berpikir kritis mereka sendiri dan membantu Anda melihat hal-hal yang belum pernah dipikirkan sebelumnya.

c. Pertanyaan reflektif

Anda dapat memperoleh wawasan dengan meminta seseorang untuk merefleksikan dan mengevaluasi pengalaman dan menjelaskan proses berpikir mereka selama itu.

Ini dapat membantu Anda meningkatkan keterampilan berpikir kritis Anda dengan mendapatkan contoh dari kejadian nyata.

d. Pertanyaan struktural

Langkah mudah untuk memahami sesuatu adalah dengan menanyakan cara kerjanya.

Sistem kerja apa pun yang dihasilkan dari proses percobaan yang panjang dan pemahaman yang benar tentang langkah yang perlu diambil untuk hasil yang positif dapat membantu Anda menjadi lebih efisien.

Baca juga: Berikut Soft Skill yang Harus Dimiliki Karyawan

Bagaimana Cara Mengukur Berpikir Kritis Seseorang?

Ada beberapa tes untuk mengukur keterampilan berpikir kritis di tempat kerja. Tes yang paling relevan di tempat kerja adalah tes penalaran. 

Keterampilan penalaran memainkan peran penting dalam peran di tempat kerja yang membutuhkan banyak komponen kecerdasan, seperti tugas yang melibatkan pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Tes penalaran memungkinkan pemberi kerja untuk menilai keterampilan berpikir kritis di tempat kerja.

Proses berpikir kritis dan penalaran membutuhkan pemrosesan informasi yang aktif dan menyeluruh melalui pengumpulan informasi, analisis, konseptualisasi, kombinasi, dan evaluasi. Sebagian besar pekerjaan yang dilakukan dalam suatu organisasi membutuhkan keterampilan tersebut. 

Keterampilan ini dapat dikembangkan, tetapi mereka yang memiliki keterampilan penalaran tingkat lanjut cenderung melakukan tugas yang lebih efektif yang membutuhkan keterampilan penalaran, seperti berpikir kritis.

Setiap orang itu unik, begitu pula kemampuan penalaran kita. Genetika, pendidikan, dan kecerdasan semuanya berkontribusi pada tingkat keterampilan penalaran kita. 

Tes kemampuan penalaran atau kognitif dirancang untuk menilai keterampilan berpikir kritis saat ini. Dari hasil tes ini, Anda juga dapat mengetahui keterampilan lainnya yang bisa Anda kembangkan.

Berpikir Kritis dalam Perusahaan dengan Appsensi

Berpikir kritis adalah salah satu hal terpenting yang harus dimiliki pemilik bisnis. 

Seseorang harus membuat beberapa keputusan penting, berkomunikasi secara efektif dengan klien, mempekerjakan karyawan yang sesuai, mengambil risiko tertentu, dan menghadapi beberapa pasang surut dalam bisnis, dan banyak lagi; semua hal ini membutuhkan berpikir secara kritis.

Semakin efektif Anda mengatur alur kerja, semakin efisien pekerjaan dapat diselesaikan, dan semakin banyak uang yang diperoleh perusahaan Anda. 

Berpikir kritis membantu Anda memeriksa proses, mengevaluasi efisiensinya, dan kemudian membuat keputusan tentang sistem dan teknologi baru.

Untuk berpikir kritis tentang operasional perusahaan, identifikasi area tempat Anda dapat mengumpulkan dan menganalisis data – seperti upah staf produksi Anda dalam satu jam. Gunakan informasi ini untuk menentukan area yang dapat ditingkatkan.

Agar memudahkan Anda mengumpulkan data pegawai, Anda bisa menggunakan Appsensi. Software ini memungkinkan Anda untuk memonitor data kehadiran dan kinerja karyawan hingga perhitungan biaya pengeluaran perusahaan secara real-time.

Data-data tersebutlah yang akan membantu Anda dalam berpikir kritis untuk menemukan langkah terbaik bagi perusahaan.

Ingin mencoba berbagai fitur menarik lainnya yang ditawarkan Appsensi? Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Author Profile

Ricky Caesar Sam

Head of Sales and Marketing Appsensi

|

Share this post on

Related Article