Contoh Surat Pengunduran Diri: Panduan dan Format

Juli 26, 2022

Dalam perjalanan karir Anda pasti pernah dihadapkan dengan posisi atau keadaan yang menuntut Anda perlu untuk mengundurkan diri untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Resign atau mengundurkan diri perlu mengikuti peraturan dalam tempat kerja Anda. Salah satu etika yang baik untuk mengundurkan diri adalah dengan memberikan surat resign. Berikut dalam artikel ini Anda akan menemukan salah satu contoh surat pengunduran diri.

Contoh Surat Pengunduran Diri

Hal yang perlu diketahui mengenai Resign

Resign atau pengunduran diri adalah kata yang sering dipakai oleh seorang karyawan yang sudah tidak nyaman lagi dengan pekerjaanya. Faktor yang muncul bisa berasal dari dalam seseorang atau lingkungan kerja yang tidak mendukung. Ada berbagai alasan karyawan memutuskan untuk resign yaitu:

  1. Mendapatkan penawaran lain yang lebih baik

Alasan paling umum yang sering disebutkan oleh karyawan adalah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Memang ada kalanya saat sedang bekerja di suatu perusahaan, akan ada tawaran kerja yang lebih menarik dari perusahaan lain. Hal ini menjadi alasan resign yang baik dan meningkatkan nilai jual seorang pekerja.

  1. Ketidakseimbangan pekerjaan dan hidup

Terkadang karyawan membutuhkan keseimbangan antara pekerjaan dan hidup, namun apabila karyawan merasa kehidupannya di luar kantor terus terganggu maka tidak ada salahnya mengajukan resign kerja. Untuk itu perusahaan perlu menerapkan konsep work-life-balance di perusahaan agar karyawan tidak merasa terganggu. 

  1. Perubahan karir

Ketika karyawan merasa pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kemampuan, pendidikan dan keinginannya, maka karyawan pun bisa mengajukan resign dengan alasan perubahan karir. 

  1. Gaji yang tidak sesuai

Alasan paling umum adalah gaji yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. Untuk itu mengajukan resign adalah solusi yang tepat daripada harus bekerja secara terpaksa dan diluar jobdesk.

  1. Kesehatan

Pekerjaan yang membebani karyawan dan mengganggu work-life-balance karyawan berkemungkinan menyebabkan stress pada pekerjaan dan mempengaruhi kesehatan karyawan. Untuk itu karyawan pun bisa mengajukan resign sebagai solusinya.

  1. Pindah domisili

Alasan lainnya adalah mendapatkan pekerjaan yang dekat dengan domisili karyawan atau jaraknya lebih terjangkau.

  1. Melanjutkan pendidikan

Alasan terakhir untuk resign adalah melanjutkan pendidikan. Apabila perusahaan tidak memberikan izin bagi karyawan untuk melanjutkan pendidikannya, maka karyawan pun bisa memilih resign sebagai solusi untuk memfokuskan diri pada pekerjaannya.

Kenapa perlu mengirim surat pengunduran diri (resign)?

Melepaskan pekerjaan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, ada beberapa pertimbangan yang perlu dipikirkan. Bagi perusahaan sendiri pun membutuhkan waktu dan biaya untuk menggantikan karyawan yang resign. Ketika karyawan sudah memutuskan untuk mengajukan resign, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh karyawan yaitu:

  1. Diskusikan dengan temanmu

Ketika sudah memutuskan untuk resign, karyawan perlu mendiskusikan keputusannya dengan atasan dan mengemukakan alasan mengapa ingin mengundurkan diri. Atasan perlu mengetahui alasan yang mendasari keputusan karyawan untuk resign agar dapat mempersiapkan tim untuk mencari penggantinya.

  1. Pilih waktu yang tepat untuk resign

Sebelum mengajukan resign, Anda perlu mengecek kontrak kerja dan mencari tahu peraturan untuk mengajukan resign. Apakah perusahaan mengijinkan untuk resign dengan syarat one-month-notice, two-weeks-notice atau adalah penalty ketika mengajukan resign saat kontrak belum selesai. Setelah itu tentukan waktu untuk resign sesuai dengan peraturan perusahaan. 

  1. Membuat surat pengunduran diri

Setelah memberitahu alasan untuk resign, siapkan surat resign yang mencantumkan tanggal efektif pengunduran diri dan tanda tangan. Tuliskan juga alasan pengunduran diri dari pekerjaan dan ucapkan terimakasih kepada atasan serta rekan kerja yang telah bekerja bersama dengan Anda selama ini.

  1. Kembalikan aset kantor

Setelah memberikan surat resign, mulailah proses untuk clearance atau mengembalikan aset kantor yang telah Anda gunakan selama ini. Mulai dari seragam, id card, kartu parkir, dan lain sebagainya. 

  1. Berpamitan dengan atasan dan rekan kerja 

Ketika Anda sudah menyelesaikan proses administrasi dan prosedur resign sesuai dengan peraturan perusahaan, ada baiknya Anda juga berpamitan dengan atasan dan rekan kerja secara baik-baik. Hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan baik yang sangat penting untuk perjalanan karir Anda selanjutnya. 

Contoh surat pengunduran diri dalam format docs

Surat Pengunduran Diri

Dalam pembuatan surat pengunduran diri terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dan sebisa mungkin jangan membuat surat yang terlalu panjang atau rumit. Buatlah surat pengunduran diri secara singkat dan sederhana, namun mengungkapkan keinginan untuk mengundurkan diri dari posisi saat ini. 

Selain itu pada surat pengunduran diri Anda harus berisi informasi kapan Anda akan meninggalkan perusahaan tersebut serta ucapan terima kasih telah bekerja di perusahaan lama Anda. Berikut ini adalah contoh surat pengunduran diri yang baik. Anda bisa men-download file tersebut dengan klik link disini

Etika mengirim Surat pengunduran diri yang baik

Apabila Anda sudah membuat surat resign dan ingin memberikannya kepada atasan Anda, ada baiknya Anda menyerahkan surat resign Anda secara privat dengan atasan Anda atau HRD Anda. Untuk itu ada baiknya Anda membuat perjanjian meeting 1-on-1 sebagai bentuk komunikasi dan diskusi dalam pengajuan resign yang baik. 

Semoga dengan artikel ini dapat menambah referensi untuk Anda. Contoh surat pengunduran diri (resign) ini bisa Anda gunakan dan modifikasi sesuai kebutuhan Anda. Pentingnya menjaga karyawan agar tetap di perusahaan dan retain menjadi salah satu tugas HR. Jika tim personalia anda ingin memudahkan pengaturan dan manajemen SDM. Mari menggunakan solusi dari Appsensi klik di sini untuk pelajari lebih lanjut mengenai kemudahan menggunakan aplikasi HR.

Author Profile

Nuritia Ramadhani

Content Manager

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments