5 Cara Menghadapi Karyawan yang Susah Diatur

Februari 20, 2021

Sebagai pemimpin Anda harus mengetahui cara menghadapi karyawan yang susah diatur. Sebab jika berlanjut maka bisa mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan. Memberikan hukuman sering dijadikan solusi, namun hal tersebut terbilang kurang efektif.

5 Cara Menghadapi Karyawan yang Susah Diatur
source: https://www.workpuls.com/

Ciri-ciri Karyawan yang Susah Diatur

Menghadapi karyawan yang sulit diatur harus dengan kesabaran ekstra, karena pada umumnya jika dilawan maka bisa mengakibatkan perselisihan berkepanjangan. Sebelumnya ketahui terlebih dahulu terkait dengan penyebabnya, sehingga nantinya bisa mencari solusi dengan bijak.

  1. Karyawan Sering Mengulangi Kesalahan

Seorang karyawan dituntut untuk memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab. Jika sering mengulangi kesalahan yang sama misalnya terlambat masuk, maka perlu mengambil tindakan tegas. Apaabila Anda terus mentoleransinya ditakutkan pekerja lain akan merasa iri, dan mengira pilih kasih.

Tentunya hal ini bisa berdampak buruk untuk kelangsungan para pebisnis, lebih parahnya karyawan akan mengundurkan diri. Sebuah perusahan dapat bergerak maju, jika semua yang terlibat mau bekerja sama dengan baik serta menumbuhkan sikap solidaritas.

  1. Karyawan Suka Bergosip

Kebiasaan tersebut akan sangat mengganggu terutama jika karyawan tidak dapat membedakan antara jam kerja dan istirahat. Umumnya kegiatan bergosip sering dilakukan oleh wanita, beberapa perusahaan membuat ruang kerja dengan format layaknya warnet yaitu memiliki sekat.

Kegiatan bergosip sendiri bisa mengganggu pemaksimalan kinerja serta mengakibatkan perpecahan. Baik sesama teman kantor maupun dengan atasan. Saat hal ini terjadi, pemimpin harus dapat menyikapinya dengan bijak, agar dapat mengurangi kebiasaan buruk mereka.

  1. Karyawan yang Tidak Mau Menerima Kritik

Seorang karyawan diharuskan memiliki sikap bisa bekerja sama dengan lainnya, hal ini untuk membentuk tim lebih solid. Namun tidak menutup kemungkinan jika masalah tersebut terjadi, karena beberapa orang memiliki sifat perfeksionis, yaitu pandangan hasil sempurna sesuai anggapan.

Biasanya hal ini bisa terjadi pada orang yang pada bidang pendidikannya mendapatkan nilai tertinggi, namun tidak semua begitu. Oleh sebab itu, umumnya perusahaan akan menanyakan terkait prestasi, sebuah pencapaian, serta pengalaman kerja dan menetapkan peraturan bisa bekerja sama.

  1. Karyawan yang Sering Datang Terlambat

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keterlambatan, jika dilakukan satu atau dua kali dalam satu bulan dengan alasan yang jelas, biasanya masih dapat dimaklumi. Namun jika tindakan tersebut terus diulangi bahkan sampai setiap hari, maka seorang pemimpin bisa memberi pelajaran.

Patikan sebelum menghukum karyawan, Anda sudah memberi contoh yang baik yaitu dengan berangkat sesuai jadwal atau lebih awal. Hal ini akan membawa dampak positif dan menghasilkan progres atau perubahan pada mereka meski tanpa paksaan sehingga efeknya jauh lebih lama.

  1. Karyawan yang Sering Menunda Pekerjaan

Pekerjaan yang ditunda akhirnya akan menumpuk, sehingga karyawan akan sulit mengerjakan secara maksimal akibatnya hasil seringkali mengecewakan. Biasanya mereka melakukan tindakan tersebut karena beberapa alasan, misalnya memiliki banyak masalah atau terlalu sulit.

Sebagai pemimpin, Anda bisa memberikan deadline agar lebih tepat waktu. Namun jika terus mengulangi kesalahan yang sama dan kinerjanya semakin memburuk, maka bisa memberikan sanksi tegas. Usahakan yang memberi dampak positif serta tetap gunakan kata-kata yang sopan..

Cara Menghadapi Karyawan yang Susah Diatur

Cara menghadapi karyawan yang susah diatur tentu penting untuk Anda ketahui agar nantinya bisa mencari solusi terbaik jika nantinya pada posisi tersebut. Beberapa orang memiliki sifat tidak bisa diperingati dengan keras. Untuk itu pahami beberapa hal berikut ini:

  1. Adakan Pertemuan Empat Mata

Saat memperingatkan karyawan yang melanggar, sebaiknya Anda lakukan di dalam ruangan secara empat mata. Tujuannya adalah agar tidak terkesan mempermalukan mereka di depan umum. Selain itu juga bisa lebih efektif karena akan merasa bersalah dan menumbuhkan tanggung jawab.

Apabila sudah terlalu sering melakukan kesalahan meski sudah Anda peringatkan, maka bisa mengambil tindakan tegas berupa sanksi atau ancaman berupa PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Selanjutnya jangan lupa memberikan pesangon sebagai bentuk loyalitas perusahaan.

  1. Dengarkan Pendapat Karyawan

Kerjasama menjadi kunci utama keberhasilan sebuah perusahaan. Untuk itu seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk mendengarkan pendapat mereka hal ini karena karyawan nantinya akan terlibat ke dalam pekerjaan yang Anda lakukan, jika dilakukan dengan terpaksa hasilnya buruk.

Jika Anda tidak setuju dengan pendapat tersebut maka tolak dengan alasan yang rasional serta tidak terkesan merendahkan. Meski terlihat sederhana, namun dampak yang ditimbulkan bisa luar biasa, karena tindakan ini menjadi bentuk apresiasi dari kerja keras serta kesungguhannya.

  1. Tetap Tenang

Menghadapi seorang karyawan yang sering melakukan kesalahan tentu tidak boleh gegabah, usahakan tetap tenang dan menunjukkan wibawa. Oleh karena itu, jangan menegur dalam keadaan marah, karena hanya akan memunculkan banyak masalah baru dan memecah belah persatuan.

Kemudian tenangkan diri terlebih dahulu, kemudian berikan pengertian terkait kesalahannya. Selalu usahakan untuk menggunakan kata-kata yang sopan, meski jabatan mereka di bawah Anda. Tujuannya agar merasa dihargai serta dimengerti terutama jika ia sebagai karyawan teladan.

  1. Mulailah dari Akarnya

Sebelum menanggapi suatu masalah sebaiknya ketahui terlebih dahulu penyebabnya, sehingga nantinya dapat mencari solusi yang tepat sasaran. Sebagai contoh, jika salah satu dari mereka tidak mau bekerja sama karena sifatnya yang buruk misalnya tidak disiplin dan kurang bertanggung jawab.

Caranya yaitu dengan mengamati terlebih dahulu atau tanyakan kepada rekannya. Tujuannya agar bisa mengambil keputusan dengan tepat serta memberikan pengajaran supaya menjadi lebih baik. Beri pengertian kepada mereka jika masa depan perusahaan akan terancam apabila tidak berubah.

  1. Pahami Lingkungan dan Dampak Masalah

Anda harus dapat memahami seberapa besar masalah serta dan dampak yang ditimbulkan pada perusahaan Anda serta karyawan lainnya. Jika memberi efek negatif, misalnya karena kesalahannya cukup berat misalnya mengkonsumsi obat terlarang atau minum-minuman keras di kantor.

Hal tersebut tentu akan mencoreng nama baik perusahan, sehingga sebagai petinggi perlu memberikan sanksi tegas (jika memang sudah tidak dapat diubah). Sebelumnya perhatikan konsekuensi yang akan terjadi agar bisa mengambil keputusan yang tepat.

Demikian penjelasan terkait dengan cara menghadapi karyawan yang susah diatur yang perlu Anda pahami agar dapat menyikapi secara  bijaksana. Hal ini untuk menghindari pengambilan keputusan tergesa-gesa.

Author Profile

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments