Kenali Behavioral Event Interview, Metode Wawancara Terbaik!

November 29, 2022

Tahapan terpenting dalam proses rekrutmen karyawan adalah tahapan wawancara atau interview. Di dalam tahap interview, pewawancara dari suatu perusahaan akan berinteraksi secara langsung seperti melakukan tanya jawab kepada kandidat calon karyawan yang ada secara individu. 

Tujuan dilakukan wawancara adalah untuk mencari informasi lebih dalam lagi tentang profil dan identitas kandidat. Dengan begitu, perusahaan bisa menentukan apakah kandidat tersebut memenuhi seluruh ketentuan dan sesuai untuk mengisi posisi yang dibutuhkan di dalam perusahaan. 

Dikarenakan proses wawancara itu penting, hal tersebut harus dilakukan dengan penuh hati-hati dan seksama. Terdapat teknik wawancara yang sering digunakan oleh banyak perusahaan yaitu metode wawancara BEI (Behavioral Event Interview). 

Kenali Behavioral Event Interview, Metode Wawancara Terbaik!

Penggunaan teknik yang baik tentu dapat berdampak bagi perkembangan perusahaan terutama dalam proses rekrutmen. Untuk itu, teknik Behavioral Event Interview harus diimplementasikan dengan baik agar dapat memberi dampak positif bagi perusahaan.

Mari simak lebih lanjut untuk mengetahui apa itu behavioral event interview hingga proses pelaksanaannya!

Key Takeaways:

  • Metode Behavioral Event Interview merupakan metode wawancara yang berfokus pada mengajukan pertanyaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi perilaku, pola tingkah laku, dan pengalaman kandidat di masa lalunya.
  • Terdapat metode yang amat populer digunakan oleh perusahaan ketika melakukan teknik wawancara BE, yaitu metode STAR. STAR merupakan singkatan dari Situation, Task, Action, dan Result.

Pengertian Behavioral Event Interview (BEI)

Metode Behavioral Event Interview merupakan metode wawancara yang berfokus pada mengajukan pertanyaan dengan tujuan untuk mengidentifikasi perilaku, pola tingkah laku, dan pengalaman kandidat di masa lalunya. Umumnya pola tingkah laku yang diperhatikan berkaitan dengan pekerjaan yang dihadapi nantinya. 

Dulunya disebut sebagai targeted selection interview, BEI dianggap efektif karena perilaku di masa lalu dapat dijadikan sebagai prediksi untuk perilaku di masa depan dan bisa menjadi kunci kesuksesan untuk masa depan. Pewawancara akan mengharapkan kandidat dapat menunjukkan kemampuan mereka dengan memberikan contoh nyata dari pengalaman masa lalunya, baik di tempat kerja, sekolah, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Bagaimana Proses Behavioral Event Interview (BEI)?

Proses behavioral event interview akan dipersiapkan sebaik mungkin bahkan sebelum interviewer bertemu dengan para pelamar kerja. Pewawancara akan menentukan kompetensi apa yang dibutuhkan dan sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

Kemudian, serangkaian pertanyaan mengenai perilaku dan pola tingkah laku akan disusun untuk mengetahui berbagai keterampilan yang dimiliki oleh para pelamar.

Kebanyakan dari pertanyaan Behavioral Event Interview menanyakan tentang soft skill. Hal ini dikarenakan soft skill merupakan keterampilan yang sulit diukur. Misalnya kemampuan untuk memecahkan masalah, berpikir kritis, interpersonal skills, listening skills, menulis, dan speaking

Pertanyaan dalam teknik wawancara BEI akan dimulai dengan “Bisakah Anda menceritakan pengalaman Anda ketika…” yang sering disebut what if question atau “Berikan saya sebuah contoh kapan Anda…”yang sering disebut what you did in.

Nantinya pertanyaan akan disesuaikan, apabila mengenai konflik maka pertanyaan yang mungkin diberikan yaitu “Ceritakan bagaimana reaksimu ketika terdapat dua orang di dalam tim Anda tidak akur atau sedang mengalami konflik internal?”

Selama Anda bisa menyampaikan jawaban dan mendemonstrasikan jawaban serta langkah-langkah yang akan diambil dalam menyelesaikan masalah tersebut, mendiskusikan hasilnya, maka Anda akan mendapat respon yang positif dari para pelamar kerja. 

Baca juga: 10 Langkah-langkah Proses Rekrutmen yang Terstruktur

Pertanyaan dan Tema yang Umum Digunakan dalam Metode BEI

Pertanyaan dalam teknik wawancara BEI sangat bervariasi. Hal ini bergantung pada masing-masing perusahaan dan jenis pekerjaan yang dilamar. Tidak ada cara untuk memprediksi daftar pertanyaan yang tepat. 

Namun, pertanyaan dalam metode BEI umumnya berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan tema yang umum-umum saja seperti kerja sama tim, kepemimpinan, konflik, dan problem solving

Berikut adalah beberapa tema beserta contoh pertanyaan wawancara perilaku:

1. Kerja sama tim

Seluruh pekerjaan nantinya akan dibutuhkan kemampuan untuk bekerja dengan orang lain. Kerja sama merupakan komponen kesuksesan yang diperlukan dalam suatu perusahaan.

Perusahaan biasanya mempekerjakan manajer untuk mencari kemampuan kandidat dalam berkomunikasi secara efektif dan bekerja sama dengan orang lain dalam menghadapi berbagai tantangan.

Tidak berhenti sampai disana, nantinya pewawancara juga akan berusaha mencari petunjuk untuk memahami apa peran Anda dalam masalah tersebut atau apa yang Anda lakukan saat itu?

Contoh pertanyaan:

  • Apa tim paling sukses yang pernah Anda ikuti?
  • Berikan sebuah contoh apa yang harus Anda lakukan jika bekerja dengan rekan kerja atau anggota tim yang sulit diajak kerja sama?

2. Kepemimpinan

Kemampuan untuk memimpin tidak hanya untuk posisi manajemen. Keterampilan ini dibutuhkan atau dapat menjadi potensi untuk pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Manajer perekrutan akan menilai kemampuan kepemimpinan di semua tingkatan pekerjaan. Kepemimpinan juga bisa mencakup kemampuan melatih orang lain, membuat keputusan, memecahkan masalah, dan mengambil inisiatif.

Contoh pertanyaan:

  • Menceritakan tentang seseorang yang telah Anda bimbing secara pribadi
  • Menurut Anda, apa saja ciri terpenting dari seseorang yang sukses? Berikan sebuah contoh untuk hal tersebut
  • Jelaskan apa yang Anda lakukan jika harus membuat keputusan yang tidak populer

3. Konflik 

Konflik akan selalu muncul dalam kehidupan. Arti dari konflik sendiri merupakan masalah yang timbul sebagai akibat dari pertidaksetujuan atau kesalahpahaman tentang sesuatu. Dalam hal ini, manajer akan melihat bagaimana Anda bisa menangani situasi saat terjadi masalah atau kesulitan.

Anda harus berusaha untuk tetap berperilaku sepositif mungkin walaupun situasi saat itu mungkin sangat negatif sehingga sulit untuk didiskusikan. Jangan lupa untuk tetap fokus pada apa yang terjadi dan berpikir bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan, serta apa yang dapat Anda pelajari dari kejadian tersebut?

Contoh pertanyaan:

  • Strategi apa yang pernah Anda gunakan untuk menyelesaikan konflik?
  • Jelaskan apa yang Anda lakukan ketika harus menangani pelanggan atau rekan kerja yang kurang disukai?

4. Penyelesaian masalah

Tentu dalam hal bekerja, Anda harus dapat menganalisis situasi, memiliki banyak akal, menemukan berbagai solusi, dan menindaklanjutinya secara nyata. Anda bisa memikirkan beberapa masalah yang telah Anda selesaikan.

Contoh pertanyaan:

  • Ceritakan tentang masalah pelanggan yang terakhir Anda tangani
  • Berikan contoh pengalaman Anda saat menghadapi tantangan

5. Kegagalan (Failure)

Setiap orang tentu membuat kesalahan bahkan mengalami kegagalan. Tetapi Anda harus siap untuk membahas berbagai kegagalan yang pernah Anda hadapi dan bagaimana cara menindaklanjutinya. Para manajer akan tertarik dengan kemampuan Anda untuk bertahan saat gagal dalam mencapai sesuatu. 

Contoh pertanyaan:

  • Ceritakan kegagalan yang pernah Anda alami
  • Bagaimana tanggapan Anda ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana yang telah ditentukan?

6. Work Ethic

Perusahaan akan mengukur seberapa keras Anda dalam bekerja, apakah Anda dapat diandalkan dan memiliki komitmen yang tinggi. Perusahaan tentunya ingin memperkerjakan seseorang yang bisa mereka percayai untuk berkinerja dengan baik. Melalui wawancara BEI, perusahaan bisa memprediksikan kinerja calon karyawannya.

Contoh pertanyaan:

  • Apa pencapaian terbesar Anda? Mengapa?
  • Ceritakan hal yang paling sulit Anda lakukan di tempat kerja?

Baca juga: Apa Bedanya Rekrutmen Internal Dan Eksternal?

Metode yang Bisa Anda Gunakan Ketika Wawancara Behavioral Event Interview (BEI)

Metode yang Bisa Anda Gunakan Ketika Wawancara Behavioral Event Interview (BEI)

Ternyata, terdapat sebuah metode yang amat populer digunakan oleh perusahaan ketika melakukan teknik wawancara BEI. Metode yang dimaksud adalah metode STAR. Metode ini juga dapat menggali informasi para pelamar. 

STAR merupakan singkatan dari Situation, Task, Action, dan Result.

1. S (Situation)

Dalam hal ini, seorang HR perlu mengatur suatu adegan dan situasi seperti apa, kapan, dan dimana yang sangat jelas dalam setiap pertanyaan. Hal ini bertujuan agar para pelamar atau kandidat mengerti maksud dari pertanyaan.

Melalui situation, karakteristik dan behaviour dari calon pegawai lebih mudah tercerminkan. Sebab setiap tindakan akan bergantung dan menyesuaikan dengan berbagai situasi yang terjadi didalamnya.

2. T (Task)

Pada bagian ini, biasanya berisi tugas yang mungkin dilakukan dan harapan dari tugas yang dilakukan. Melalui pertanyaan tentang tugas, perusahaan berekspektasi bahwa para calon karyawan bisa menunjukkan sikap aslinya. Apakah ia rajin atau malas. Lalu nantinya, hal ini akan menjadi point penilaian bagi perusahaan.

3. A (Action)

Sebagai pengertian dari tindakan yang diambil untuk menghadapi sebuah situasi atau permasalahan, aksi juga bisa menentukan hasil dari BEI seorang calon pegawai. Perusahaan merasa bahwa aksi yang diambil dapat menunjukkan tingkat kecerdasan dan tingkah laku seseorang. 

4. R (Result)

Result disini merupakan hasil dari ketiga poin pertanyaan sebelumnya. Hasil tersebut akan dianalisis oleh HR dan dapat mendeskripsikan karakter dan tingkah laku seorang kandidat. Kesimpulan akan dibuat berdasarkan hasil analisis dari tiga poin tersebut. 

Kemudian, tim HR akan membuat keputusan untuk menerima atau tidak para calon karyawan tersebut berdasarkan acuan dari kesimpulan result.

Banyak orang mengalami kegagalan pada tahap interview Behavioral Event Interview. Sebab, jawaban yang salah atau kurang baik penyampaiannya dapat berdampak pada hasil keputusan penerimaan yang dilakukan oleh HR. 

Para kandidat harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum proses wawancara BEI. Perhatikan cara Anda menjawab suatu pertanyaan, dan bagaimana menceritakan suatu pengalaman agar terdengar menarik. 

Baca juga: Pengertian Assessment yang Wajib Dipahami Setiap Perusahaan

Tips Melakukan Wawancara Behavioral Event Interview

Berikut merupakan beberapa tips dapat Anda perhatikan mempersiapkan wawancara Behavioral Event Interview (BEI), antara lain:

  • Mempelajari dan memahami deskripsi pekerjaan
  • Meninjau proyek besar atau pengalaman yang telah Anda lakukan
  • Membuat daftar pencapaian Anda
  • Meninjau ulasan kinerja pekerjaan Anda sebelumnya
  • Bersikap terbuka dan jujur dalam menjawab pertanyaan
  • Berlatih dalam menanggapi wawancara dengan lantang
  • Usahakan untuk menjawab pertanyaan selama dua menit

Selesaikan Tugas HR Lebih Mudah Bersama Appsensi

Pembuatan daftar pertanyaan Behavior Event Interview tentu tidak mudah. Namun, Anda tidak perlu khawatir, Appsensi kini hadir menjadi solusi terbaik. Appsensi adalah perusahaan teknologi yang berfokus pada solusi HR (Human Resources). Perusahaan kami yang telah berdiri sejak tahun 2019 memiliki berbagai fitur yang bermanfaat bagi HR.

Fitur utama dari kami berupa fitur absensi online, yang mampu membantu perusahaan dalam memonitor data kehadiran, kinerja karyawan, serta perhitungan biaya pengeluaran secara real-time.

Selain itu, Appsensi juga menyediakan fitur grafik informasi progress dan monthly report, fitur payroll, fitur memberikan tugas dan penilaian kepada karyawan, performance management, pengajuan klaim, pengajuan lembur, bahkan pengajuan cuti berkabung. 

Jika Anda ingin menggunakan jasa kami, tidak perlu khawatir. Kami telah berpengalaman dalam bekerja sama dengan beberapa klien, seperti BNPB, Bank Indonesia, Terralogiq, Bhinneka Life, dan masih banyak lagi.

Testimoni dari klien kami juga menyebutkan bahwa Appsensi membuat data absen mereka menjadi lebih valid dan mempermudah pembuatan reporting data kehadiran, serta bersifat user friendly.

Appsensi juga memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan integrasi data dengan software HR yang sudah digunakan oleh perusahaan sebelumnya. Kemudahan ini memungkinkan perusahaan Anda untuk tidak perlu mengganti semua sistem yang telah Anda buat dengan susah payah. Beberapa integrasi yang dapat dilakukan terdiri dari Master Data Karyawan, Kustomisasi Laporan, Persetujuan, dan lain-lain.

Tertarik untuk mencoba solusi HR bersama Appsensi? Klik link di sini untuk mengetahui lebih lanjut. 

Author Profile

Ricky Caesar Sam

Head of Sales and Marketing Appsensi

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments