Pendekatan Balanced Score Card Dalam Bisnis

Agustus 25, 2022

Dalam mengembangkan usaha atau bisnis di suatu organisasi, perlu dilakukan pemantauan, pengukuran kinerja, dan proses bisnis internal suatu perusahaan. Seluruh hal tersebut tentunya bertujuan untuk mencapai objektif perusahaan.

Metode pengukuran hasil kerja yang digunakan tidak hanya oleh organisasi, tetapi juga perusahaan yaitu pendekatan balanced scorecard

Balanced score card (BSC) digunakan untuk menerjemahkan visi dan tujuan strategis milik organisasi ke dalam kinerjanya. Apa pengertian dari Balanced Score card? Siapa saja yang menggunakan balanced score card (BSC)? Simak artikel berikut ini!

Pendekatan Balanced Score Card Dalam Bisnis

Pengertian Balance Score Card (BSC)

Balance score card (BSC) yang berarti kartu skor berimbang merupakan sistem manajemen yang ditujukan untuk menerjemahkan tujuan strategis organisasi ke dalam serangkaian tujuan kinerja organisasi yang pada waktunya dapat diukur, dipantau, dan diubah jika diperlukan dengan tujuan memastikan objektif strategis perusahaan terpenuhi. 

Istilah balance score card mengacu pada metrik kinerja manajemen strategis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan meningkatkan proses internal bisnis dan hasil eksternalnya. Balance score card sering dianggap sebagai indikator kinerja utama yang dapat membantu perusahaan untuk mengetahui aspek bisnis yang perlu ditingkatkan. 

Sistem balance scorecard bertujuan untuk memberikan pandangan yang lebih komprehensif kepada para pemangku kepentingan dengan melengkapi ukuran keuangan dengan metrik tambahan yang dapat mengukur kinerja perusahaan di berbagai bidang seperti kepuasan pelanggan dan inovasi produk.

Tidak hanya itu, sistem manajemen kartu skor berimbang ini juga sering digunakan untuk mengukur dan memberikan feedback kepada organisasi. Pengumpulan data ini umum digunakan oleh perusahaan di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Eropa.

Data yang dikumpulkan penting untuk menunjukkan hasil kuantitatif bagi manajer dan para eksekutif. Seluruh karyawan di perusahaan juga dapat menggunakan informasi ini untuk membuat keputusan yang lebih baik untuk masa depan organisasi mereka.

Sejarah Balanced Scorecard (BSC)

Akademisi akuntansi, Dr. Robert Kaplan dan ahli teori, Dr. David Norton merupakan orang yang  pertama kali memperkenalkan balanced scorecard. Metode pengukuran kinerja ini diterbitkan oleh Harvard Business Review dalam artikel 1992 dengan judul “The Balanced Scorecard-Measures That Drive Performance.”

Robert S. Kaplan dan David P. Norton mengerjakan proyek selama setahun dengan melibatkan 12 perusahaan yang memiliki kinerja terbaik. Studi mereka ini bertujuan untuk melakukan pengukuran kinerja sebelumnya dan kemudian diadaptasi untuk memasukkan informasi nonfinansial.

Kemudian Robert S. Kaplan juga mempublikasikan sebuah buku berjudul “The Balanced Scorecard: You Can’t Drive a Car Solely Relying on a Rear View Mirror.”

Awalnya Balanced Scorecard yang ditemukan oleh Robert dan David hanya ditujukan untuk perusahaan nirlaba tetapi kemudian diadaptasi juga oleh organisasi laba dan lembaga pemerintah.

Baca juga: Pentingnya Key Performance Indicator (KPI) bagi Perusahaan Anda

Perspektif dalam Balanced Scorecard (BSC)

Pendekatan balance scorecard mengkaji kinerja berdasarkan empat perspektif, yaitu pembelajaran & pertumbuhan, proses bisnis internal, keuangan, dan pelanggan.

1. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan

Perspektif yang pertama yaitu perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang akan segera dievaluasi dan ditangani oleh departemen sumber daya manusia.

Mereka harus memberitahu dan berkomunikasi mengenai di mana organisasi Anda berdiri dengan pertimbangan mengenai jumlah pelatihan serta sumber daya pengetahuan yang Anda miliki dalam melatih tenaga kerja.

2. Perspektif proses bisnis internal

Perspektif proses bisnis internal mencakup studi tentang proses internal milik suatu organisasi. Studi ini akan menunjukkan tingkat kualitas produk yang dihasilkan oleh produsen.

Tinjauan berskala penuh mulai dari operasi perusahaan mendokumentasikan segala kejadian tentang pemborosan, kekurangan produk, dan keterlambatan waktu di seluruh area untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Anda juga dapat mencatat metode terbaik untuk meminimalkan biaya operasional sekaligus menggunakan teknologi terbaik dalam meningkatkan arus kas serta menyelesaikan proyek tepat waktu.

3. Perspektif pelanggan

Tindakan memperoleh pengetahuan tentang perspektif pelanggan dapat menampilkan sudut pandang baru. Sudut pandang yang dimaksud dapat mencakup bagaimana kualitas produk Anda dari pandangan mereka.

Anda juga dapat mengirimkan survei kepada pelanggan melalui email. Selain itu Anda juga dapat mensurvei langsung pelanggan. Survei langsung sangat membantu terutama ketika perusahaan menjalankan B2C (Business to Customer). Hal ini dapat membantu Anda dalam berinteraksi dengan pelanggan secara langsung di tempat umum.

Pastikan melalui survei tersebut Anda bisa memperoleh dan mencatat apa saja kekhawatiran para pelanggan terhadap merek Anda. 

4. Perspektif keuangan

Dengan perspektif ini, setiap departemen akuntansi suatu organisasi akan bertanggung jawab atas pelaporan hasil keuangan. Pastikan untuk selalu memeriksa dengan bookkeeper Anda terutama ketika Anda menjalankan bisnis kecil.

Anda juga bisa menggunakan ROI dan laba bersih sebagai tolak ukur kinerja keuangan untuk mengetahui total penjualan guna mengarahkan kinerja.

Personel akuntansi juga harus dapat menjelaskan tentang matrik penjualan, pengeluaran, pendapatan, keuntungan, proyeksi triwulanan dan tahunan, serta sumber pendapatan perusahaan.

Kemudian Anda pastikan keakuratan informasi tersebut dan mendistribusikannya kepada para pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal. Hal ini berguna agar mereka dapat memutuskan untuk berinvestasi dan membuat keputusan dalam proses bisnis.

Perspektif dalam Balanced Scorecard (BSC)

Manfaat Balanced Scorecard (BSC)

Perusahaan akan memperoleh berbagai keunggulan jika menggunakan manajemen balanced scorecard sebagai alat ukur dalam menskalakan proses bisnis Anda. Manfaat yang dapat diterima seperti :

Mengkomunikasikan tujuan strategi perusahaan

Setelah Anda mengetahui dimana sumber daya perlu dialokasikan, maka Anda memiliki gagasan tentang garis waktu atau timeline untuk memenuhi target kinerja Anda seperti proyek yang harus diselesaikan, akuisisi pelanggan baru, atau laba yang dihasilkan. 

Namun, dengan memiliki gagasan tersebut, Anda akan memiliki kemampuan untuk memberi tahu atau mengkomunikasikan strategi perusahaan, kemana arah perusahaan Anda, kinerja perusahaan, dan apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh perusahaan baik secara internal maupun eksternal setelah mengakuisisi dengan pendekatan balance scorecard. 

Menyoroti pengukuran kinerja yang tepat

Setiap proyek yang dikerjakan karyawan sekarang dapat dihubungkan dengan tujuan yang Anda tetapkan. Dengan penyelarasan proyek dan tujuan perusahaan Anda, maka seluruh staf dapat memperhatikan pelaksanaan strategi dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai visi perusahaan.

Melaporkan kinerja perusahaan secara berkala

Melacak dan memperbaiki proses dan pertumbuhan bisnis dapat memberi Anda lebih banyak interval waktu untuk mengelola kinerja organisasi. Luangkan waktu untuk melihat seberapa sering Anda perlu meninjau kinerja staf Anda.

Hal ini bisa dilakukan setiap hari, mingguan, bulanan, triwulanan, atau tahunan, jadi sesuaikan dengan melakukan brainstorming untuk menemukan cara paling efisien dalam mendokumentasikan analisis kinerja sekaligus merampingkan produksi karyawan.

Baca juga: Manfaat OKR (Objectives and Key Results) dan Contohnya

Pihak Mana Saja yang Menggunakan Balanced Scorecard (BSC) ?

Berbagai pihak dapat menggunakan Balance Scorecard (BSC) untuk mencapai tujuan perusahaan. Namun, terdapat beberapa pihak utama yang selalu menggunakannya, yaitu:

Executive Managers

Dalam membuat keputusan akhir tentang strategi, mereka memerlukan hasil dari balanced scorecard sebelum menyetujuinya. Mereka akan melihat apakah data tersebut cocok dengan tujuan yang ingin mereka capai.

Kemudian jika ada permintaan untuk peningkatan produksi, maka Anda akan fokus kepada proses bisnis dan data keuangan. Tujuannya yaitu untuk melihat bagaimana agar Anda bisa memproduksi lebih banyak namun dengan biaya yang lebih rendah.

Project Managers

Manajer proyek melihat proses bisnis untuk meningkatkan alur kerja dan produksi tugas dari masing-masing departemen. Contoh manajer proyek alam beradaptasi terhadap permintaan pelanggan dan memastikan pengiriman produk tepat waktu. 

Human Resources Manager

Manajer HR mengembangkan metode pembelajaran bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka di posisi mereka. Lalu sertakan tujuan sumber daya manusia di dalam strategi dan selaraskan dengan target produksi untuk melacak keberhasilan dalam memenuhi visi dan pengetahuan tentang proses perusahaan.

Accounting Managers

Setiap manajer akuntansi memiliki tanggung jawab untuk mengetahui kinerja keuangan, melakukan praktik akuntansi manajerial dan keuangan dengan perangkat lunak akuntansi. Jenis akun yang terdapat di dalam perangkat lunak ini berupa semua transaksi yang dilakukan dan pembayaran yang diterima selama periode tertentu.

Lakukan koordinasi dengan para staf senior akuntansi untuk memperkirakan pertumbuhan keuangan sehingga Anda dapat menempatkan lebih banyak sumber daya ke dalam perusahaan Anda.

Contoh Penerapan Balanced Scorecard (BSC)

Contoh Penerapan Balanced Scorecard (BSC)

Apple merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan balance score card dalam memperluas fokus manajemen seperti margin kotor laba atas ekuitas, dan pangsa pasar. 

Mereka memilih untuk memasukkan keempat perspektif dari pendekatan balanced scorecard untuk mengembangkan pengukuran dalam setiap kategori.

Dari perspektif keuangan

Apple menekankan nilai pemegang saham

Dari perspektif pelanggan

Apple menekankan pangsa pasar dan fokus kepada kepuasan pelanggan

Dari perspektif proses bisnis

Apple menekankan kompetensi inti.

Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan

Apple lebih menekankan pada sikap karyawan.

Selain itu, Apple memiliki perencanaan balanced scorecard sebagai berikut :

  • Perusahaan Apple ingin mengubah klasifikasinya dari perusahaan yang berfokus pada teknologi dan produk menjadi perusahaan yang berpusat pada pelanggan.
  • Karena menyadari memiliki basis pelanggan yang beragam, Apple memutuskan untuk melampaui metrik standar kepuasan pelanggan saat ini dan mengembangkan survei sendiri yang independen dalam melacak segmen pasar utama di seluruh dunia.
  • Para eksekutif Apple ingin para karyawannya fokus terhadap beberapa kompetensi utama seperti user-friendly interfaces, arsitek perangkat lunak yang kuat, dan sistem distribusi yang efektif.
  • Mengukur komitmen dan keselarasan karyawan dengan tujuan strategis. Perusahaan menerapkan survei karyawan yang komprehensif dan survei kecil yang sering terhadap karyawan yang dipilih secara random.
    Tujuan hal tersebut untuk mengukur seberapa baik karyawan memahami strategi perusahaan dan apakah hasil yang diminta konsisten.
  • Memasukkan nilai pemegang saham sebagai indikator kinerja utama (KPI).

Contoh lain penggunaan balanced scorecard yaitu bank sering menghubungi pelanggan untuk melakukan survei. Survei ini bertujuan untuk mengukur seberapa baik kinerja mereka dalam melayani pelanggan.

Survei ini mencakup nilai kunjungan baru-baru ini dan pertanyaan yang diberikan berupa waktu tunggu, interaksi dengan staf bank, dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.

Selain itu mereka juga dapat meminta pelanggan untuk memberikan saran dengan tujuan perbaikan. Informasi ini dapat digunakan oleh manajer bank untuk melatih kembali staf jika terdapat masalah dengan layanan.

Informasi itu juga dapat membantu manajer bank dalam mengidentifikasi masalah apapun yang dihadapi oleh pelanggan baik dengan produk, prosedur, maupun layanan.

Baca juga: Standar Penilaian Kinerja Karyawan yang Efektif

Bersama Appsensi, Majukan Performa Perusahaan Anda

Kinerja perusahaan merupakan elemen paling penting dalam menjaga keberlangsungan dan daya tahan bisnis, serta memastikan target yang ditetapkan dalam visi dan misi yang akan dicapai.

Melalui pendekatan balanced scorecard, Anda dapat mendorong produktivitas dan memantau kinerja perusahaan agar lebih teratur dan produktif dalam mencapai objektifnya. Namun, tidak perlu khawatir, dalam melaksanakan proses pemantauan kinerja dan performa perusahaan, Anda bisa menggunakan Appsensi.

Appsensi memiliki solusi terbaik bagi Anda terkait performance management system. Tidak hanya itu, kami juga merupakan aplikasi penyedia solusi bagi HR terbaik di Indonesia.

Appsensi menyediakan fitur performance view agar Anda dapat mengevaluasi kinerja dan kemampuan karyawan secara sistematis. Anda juga dapat merencanakan langkah strategis selanjutnya untuk membangun SDM dan pengembangan karir karyawan. 

Appsensi juga menyediakan fitur-fitur lain yang bermanfaat bagi HR, seperti fitur payroll online, OKR (Objective Key Result) yang dapat digunakan sebagai alat ukur performa perusahaan, dan lain-lain. Jasa kami juga telah digunakan oleh banyak perusahaan di berbagai sektor dan industri. 

Ingin mengetahui lebih dalam mengenai Appsensi? Kunjungi website ini atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda kepada kami melalui info@appsensi.com

Author Profile

Ricky Caesar Sam

Head of Sales and Marketing Appsensi

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments