Hero Blog General

Mengenal Revenue Stream dan Contoh Penerapannya dalam Bisnis

November 16, 2023

Article by Aprilia

Revenue stream adalah saluran ketika pendapatan mengalir ke dalam aliran pendapatan perusahaan. Revenue stream mencerminkan berbagai cara sebuah bisnis menghasilkan uang. Aliran pendapatan ini dapat disesuaikan dengan skala bisnis.

Memiliki lebih dari satu aliran pendapatan dapat menjaga keutuhan dan keseimbangan bisnis. Jika satu sumber pendapatan turun, akan mudah diantisipasi dengan sumber pendapatan lainnya. Jadi, revenue stream harus kuat agar perusahaan tidak memulai lagi dari awal ketika satu aliran pendapatan mulai turun. Itu sebabnya, revenue stream berfungsi sebagai elemen kunci dalam perusahaan yang penting untuk kelangsungan dan pertumbuhan bisnis.

Mengenal Revenue Stream dan Contoh Penerapannya dalam Bisnis

Key Takeaways

  • Revenue stream adalah sumber pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis dengan cara lain, seperti penjualan produk atau aset dan investasi dana pada aset tertentu.
  • Terdapat dua jenis revenue stream yang mendasar, yaitu transaction revenues (pendapatan transaksi) dan recurring revenue (pendapatan berulang).
  • Contoh penerapan revenue stream adalah dengan melakukan penjualan aset, pemasangan iklan, membuka cabang baru, investasi modal pada aset lain, dan lainnya.
  • Memahami sumber pendapatan, mengidentifikasi peluang, dan mengelola strategi revenue stream dengan bijak adalah langkah penting dalam kesuksesan bisnis jangka panjang.

Memahami dan mengelola revenue stream dengan bijak adalah kunci keberhasilan jangka panjang dalam dunia bisnis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang apa itu revenue stream, pentingnya revenue stream, dan beberapa contoh revenue stream yang biasa digunakan perusahaan.

Apa itu Revenue Stream?

Revenue stream adalah sumber pendapatan yang dihasilkan oleh bisnis dari produk atau layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Sumber pendapatan ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti penjualan produk fisik, layanan berlangganan, iklan, royalti, lisensi atau dana hibah.

Setiap bisnis dapat memiliki satu atau lebih revenue stream. Cara bisnis mendapatkan pendapatan ini pun dapat sangat bervariasi. Secara singkat, revenue stream adalah aliran pendapatan yang mencakup semua komponen dari penyusun operasional usaha bisnis dan sumber yang dihasilkan strategi bisnis ke perusahaan lalu dikelola kembali.

Revenue stream adalah elemen penting dalam perencanaan bisnis dan strategi keuangan. Revenue stream yang baik akan memberikan kestabilan bagi perusahaan dan bisnis menjadi semakin berkembang.

Aliran pendapatan yang efisien juga dapat membantu meningkatkan profitabilitas bisnis, mudah mengalokasikan dana untuk diinvestasikan jangka panjang, meningkatkan nilai perusahaan, dan dapat menjadi panduan dalam pengembangan produk dan layanan baru.

Baca juga: Road Map adalah: Pengertian, Product, dan Cara Membuatnya

Mengenal Berbagai Jenis Revenue Stream

Pendapatan adalah elemen kunci dalam keberhasilan bisnis. Memahami bagaimana bisnis Anda dapat menghasilkan uang dan mengelola sumber pendapatan merupakan langkah penting dalam perencanaan dan pertumbuhan bisnis.

Dalam konteks ini, terdapat dua jenis revenue stream yang mendasar, yaitu transaction revenues (pendapatan transaksi) dan recurring revenues (pendapatan berulang).

1. Transaction Revenues (Pendapatan Transaksi)

Transaction revenues merujuk pada pendapatan yang diperoleh dari transaksi tunggal atau penjualan individual. Ini berarti bahwa setiap kali bisnis menjual produk atau layanan kepada pelanggan, mereka mendapatkan pendapatan.

Pendapatan ini biasanya tidak berulang dan tidak terkait dengan langganan atau pembayaran berulang. Beberapa contohnya, seperti penjualan produk, dana hibah, dan semua yang berhubungan dengan aktivitas operasional perusahaan. Setiap transaksi menghasilkan pendapatan segera, tetapi tidak menjamin pendapatan di masa depan.

2. Recurring Revenues (Pendapatan Berulang)

Recurring revenue adalah pendapatan yang terjadi secara berkala atau berulang karena pelanggan membayar secara teratur. Pendapatan ini bersifat berkelanjutan dan dapat berlanjut dalam jangka waktu yang panjang jika pelanggan tetap berlangganan atau menggunakan layanan atau produk.

Contoh pendapatan berulang, seperti langganan streaming video, langganan telepon seluler, atau langganan keuangan bulanan. Bisnis yang mengandalkan pendapatan berulang ini cenderung memiliki stabilitas pendapatan yang lebih tinggi daripada bisnis yang mengandalkan transaction revenues.

Fungsi Revenue Stream

Fungsi Revenue Stream

Berdasarkan pengertian revenues stream di atas, sebenarnya sudah menjelaskan sedikit mengenai fungsi revenue stream dalam dunia bisnis. Dikutip dari laman website jurnal.id, fungsi revenue stream adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Sumber Omset dan Profit yang Jelas

Sesuai dengan pengertiannya, revenue stream sudah memberikan gambaran yang jelas bahwa fungsinya adalah mendapatkan aliran dana yang berkelanjutan, bukan hanya sebagai profit namun juga sebagai sumber omset perusahaan.

Cara ini akan membuat pebisnis mendapatkan keuntungan atau aliran dana yang jelas. Dengan demikian, mudah dimanfaatkan dan dikelola dengan semaksimal mungkin.

2. Menjadi Strategi Bisnis yang Menguntungkan

Tujuan dasar dari aliran dana adalah untuk mendapatkan sumber dana yang berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar dapat meneruskan perkembangan bisnis yang sedang dijalankan.

Inilah yang dianggap sebagai strategi bisnis yang menguntungkan. Revenue stream dapat memberikan dorongan kepada semua divisi yang terlibat untuk menyusun strategi bisnis yang tepat dengan memperhatikan aset bisnis yang tersedia.

3. Jaminan Bisnis yang Aman

Jika perusahaan mengerti dengan konsep aliran dana yang benar, maka bisnis dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, dengan adanya revenue stream, pelaku bisnis dan pengelola perusahaan tidak gegabah dalam menentukan sikap kerja. Termasuk dalam penjualan dan penyewaan aset, pemberian lisensi, serta tindakan lain yang dapat mempengaruhi aliran dana.

4. Mendapatkan Investor

Konsep penting dari mendapatkan aliran dana bagi perusahaan adalah bisa mendapatkan investor. Investor merupakan salah satu sumber dana penting.

Oleh karena itu, perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang dapat mengelola bisnis dengan baik, terutama pada pengelolaan keuangannya. Perusahaan seperti inilah yang memiliki daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modal mereka di perusahaan atau bisnis tertentu.

5. Memotivasi Pelaku Bisnis

Dengan mencari aliran dana yang berkelanjutan, pebisnis akan lebih fokus pada apa yang dikerjakannya. Revenue stream membantu pebisnis untuk menentukan tujuan dan arah strategi yang lebih jelas, sehingga keuntungan bisnis bisa didapatkan untuk jangka waktu yang berkelanjutan.

6. Sebagai KPI Untuk Bisnis

Analisis kinerja perusahaan dilakukan oleh manajemen perusahaan, dan yang menjadi dasar analisis tersebut adalah sumber penghasilan perusahaan. Dengan mengetahui sumber aliran dana, manajemen perusahaan dapat mengetahui sumber mana yang paling menjanjikan untuk diinvestasikan dan sumber dana mana yang kurang memberikan dampak. Dengan demikian, skala prioritas sumber dana dapat dibuat dan menjadi lebih menguntungkan bagi perusahaan.

7. Memprediksi Performa Pendapatan Perusahaan

Dengan beragamnya jenis revenue stream, perusahaan membutuhkan arah mengenai sumber aliran dana mana yang cocok dan lebih menguntungkan bagi perusahaan. Dengan begitu, manajemen akan mendapatkan wawasan mengenai performa pendapatan aliran kas perusahaan, serta perubahan tren dan mengidentifikasi penyebab sumber penghasilan efektif atau tidak. Manajemen akan terus mengelola dan mencari tahu bagaimana caranya agar aliran dana perusahaan bisa tetap konsisten berjalan dan stabil.

Baca juga: Akuisisi adalah Pemindahan Kepemilikan Perusahaan, Simak Prosesnya!

Contoh Penerapan Revenue Stream dalam Dunia Bisnis

Ada banyak cara berbeda agar bisnis menghasilkan aliran pendapatan. Berikut beberapa contoh revenue stream yang umum dijumpai:

1. Penjualan atau Penyewaan Aset yang Dimiliki

Jika suatu perusahaan memiliki banyak aset, seperti gudang, kendaraan operasional, dan gedung atau aula, dapat disewakan kepada bisnis lain sebagai sumber aliran pendapatan baru yang dapat diputar kembali. Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan penjualan aset yang dimiliki untuk mendapatkan aliran dana tambahan.

2. Menjual Penggunaan Layanan pada Konsumen

Contoh lain dari revenue stream adalah dengan menjual penggunaan layanan pada konsumen. Misalnya, perusahaan agensi digital marketing.

Perusahaan tersebut dapat memberikan jasa konsultasi khusus kepada pelanggan dan mengenakan biaya per jam atau proyek di luar paket digital marketing yang ditawarkan kepada pelanggan. Jasa konsultasi yang ditawarkan kepada konsumen dapat menambah aliran pendapatan perusahaan.

3. Membuka Cabang atau Mitra Bisnis

Membuka cabang atau menambah rekan mitra bisnis dapat menambah aliran dana pada perusahaan Anda. Misalnya, perusahaan sudah buka dan menjalankan bisnis di kota A, kemudian perusahaan tersebut dapat membuka bisnis yang sama namun di kota lain dengan cara membuka cabang baru atau mitra baru. Selain menambah aliran dana, langkah ini juga dapat membantu bisnis tersebut berkembang dan dikenal luas oleh konsumen.

4. Investasi Modal pada Aset Lain

Perusahaan pemilik modal dapat melakukan investasi pada berbagai aset, sesuai yang diinginkan meskipun aset yang diinvestasikan tidak sejalan dengan bisnis yang dijalani. Misalnya, perusahaan skincare memiliki modal besar dan ingin mendapatkan aliran pendapatan tambahan, maka mereka dapat menginvestasikan dana ke aset pariwisata.

5. Royalti dan Lisensi

Bisnis menerima pembayaran dari pihak ketiga untuk penggunaan hak cipta, paten, atau merek dagang mereka. Contoh-contoh ini mencakup royalti dari buku, film, atau produk perangkat lunak. Bisnis perangkat lunak dapat menjual lisensi perangkat lunak kepada pelanggan untuk penggunaan jangka panjang.

Lisensi dapat dikategorikan dalam pendapatan berulang karena perusahaan tidak perlu memproduksi produk atau aset secara berulang. Dengan sekali proses, lisensi dapat dimanfaatkan berkali-kali dengan tujuan mendapat sumber aliran pendapatan baru dan keuntungan yang berkelanjutan.

6. Biaya Layanan Berlangganan

Bisnis menawarkan layanan berlangganan yang dapat menghasilkan aliran pendapatan berulang seiring waktu. Contoh-contoh ini termasuk layanan streaming video, platform e-learning, atau layanan keuangan.

7. Biaya Pemasangan Iklan

Bisnis menghasilkan uang dengan menjual ruang iklan. Ini bisa terjadi dalam bentuk iklan online, iklan cetak, atau iklan di media lainnya. Dengan cara ini, perusahaan akan dapat menghasilkan aliran pendapatan lain selain bisnis yang dijalaninya.

Tantangan Pengelolaan Revenue Stream

Pengelolaan revenue stream adalah tugas yang tidak selalu mudah dan penuh tantangan. Tantangan revenue stream yang biasa dialami pebisnis adalah merasa kewalahan dalam menentukan sumber pendapatan mana yang cocok bagi perusahaan. Ini biasanya diakibatkan karena terlalu banyaknya aliran pendapatan yang dibuat dan tidak memiliki skala prioritas dalam pengelolaannya.

Selain itu, tren pasar, kondisi ekonomi yang tidak stabil, dan preferensi pelanggan terhadap permintaan produk atau layanan serta perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan diri, dapat memengaruhi arus pendapatan dalam sebuah bisnis.

Keterbatasan perusahaan dalam bersaing akan berdampak pada kehilangan loyalitas dan sulit untuk menarik konsumen baru. Akibatnya, perusahaan akan sulit mendapatkan aliran pendapatan dari bisnis yang dijalani.

Baca juga: 10 Tujuan Analisis SWOT dan Cara Melakukannya

Menyusun Strategi Revenue Stream

Menyusun Strategi Revenue Stream

Mengelola revenue stream yang sukses memerlukan pemahaman yang mendalam tentang pelanggan, pasar, dan tujuan bisnis. Berikut beberapa langkah untuk menyusun strategi revenue stream yang efektif:

1. Kenali Pelanggan Anda

Pahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku pelanggan Anda. Ini akan membantu Anda menyesuaikan revenue stream dengan kebutuhan mereka.

2. Eksplorasi Peluang

Identifikasi peluang baru untuk menghasilkan pendapatan, seperti ekspansi produk atau layanan, diversifikasi, atau penetapan harga yang lebih baik.

3. Pantau Kinerja

Selalu pantau kinerja revenue stream Anda. Pelajari tren, evaluasi keberhasilan, dan siap untuk menyesuaikan strategi Anda jika diperlukan.

4. Inovasi Berkelanjutan

Teruslah berinovasi dalam produk, layanan, atau cara bisnis Anda menghasilkan pendapatan. Perubahan di pasar dan teknologi harus diikuti dengan solusi yang sesuai.

5. Evaluasi Keberlanjutan

Pertimbangkan berapa berkelanjutan revenue stream Anda dalam jangka panjang. Bisnis harus berfokus pada pendapatan yang dapat terus berlanjut.

Revenue stream memiliki peran penting dalam mengukur performa perusahaan dan keberhasilan bisnis berkembang. Selain itu, revenue stream juga bertujuan untuk membantu menstabilkan operasional bisnis dalam setiap periode.

Untuk itu, memahami pengelolaan aliran pendapatan agar menghasilkan uang kas perusahaan yang stabil dan menguntungkan sangat penting untuk mencegah kejadian yang merugikan perusahaan di masa mendatang.

Untuk mempermudah pengelolaan sumber pendapatan perusahaan Anda, manfaatkan Appsensi untuk membantu perusahaan Anda menjadi lebih efektif dan efisien dengan risiko investasi rendah. Dengan aplikasi Appsensi, Anda dapat melakukan pengelolaan manajemen perusahaan, khususnya pada pengelolaan kinerja karyawan. Jadi, Anda dapat semakin fokus untuk memikirkan keuntungan bisnis Anda tanpa perlu memantau kinerja karyawan.

Appsensi menyediakan aplikasi berbasis cloud yang dapat digunakan di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun, di seluruh lokasi hanya dengan penggunaan satu smartphone. Konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda dengan Appsensi sekarang juga.

Aprilia

Human Resources Consultant

Artikel Terkait

Top Artikel

TOC Icon