Mengenal Lebih Dalam Jenis-jenis Test Assessment

Desember 5, 2022

Assessment bukan hanya harus dilakukan oleh seorang pengajar, tetapi juga sangat penting dilakukan oleh pihak human resources pada sebuah perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mengenal lebih dalam tentang karyawan-karyawan di dalam perusahaan, maupun yang ingin masuk ke perusahaan. 

Pengertian assessment adalah proses tes seleksi yang dilakukan pada tahap rekrutmen karyawan untuk mengumpulkan data dan informasi, serta mencari menemukan dan mendeteksi kekurangan, kelebihan, dan keseluruhan informasi yang dimiliki setiap kandidat. 

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang jenis-jenis tes assessment. Sesuai dengan pengertian dasar assessment, tes assessment juga memiliki pemahaman yang sejalan dengan pengertiannya yaitu tes yang digunakan oleh perusahaan untuk menganalisis dan mengidentifikasi calon karyawan yang paling cocok dengan posisi pekerjaan yang dilamar dan mendapatkan informasi atau data untuk mengetahui seberapa cocok kandidat tersebut dengan posisi yang akan diberikan. 

Mengenal Lebih Dalam Jenis-jenis Test Assessment

Keuntungan perusahaan melalui hasil tes adalah mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Menentukan karyawan yang tepat bukanlah hal yang mudah. Jika perusahaan salah dalam menilai calon karyawan dan merekrut kandidat yang kurang tepat, perusahaan bisa saja mengalami kerugian. Maka dari itu, melakukan tes assessment sangat penting untuk proses rekrutmen dan menyeleksi karyawan. Perusahaan harus sangat teliti dalam melakukan penilaian tes assessment untuk mencegah kerugian perusahaan.

Key Takeaways:

  • Berdasarkan jenis tes assessment-nya, terdapat 2 kategori, yaitu assessment untuk rekrutmen karyawan baru dan assessment untuk kenaikan jabatan atau promosi.
  • Beberapa tes yang umum dilakukan adalah tes kemampuan kognitif, kepribadian, integritas, fisik, keterampilan, kecerdasan emosional, dll.

Jenis-jenis Tes Assessment

Sebelum melaksanakan proses tes assessment, alangkah lebih baiknya mengetahui dan memilah jenis-jenis dari tes assessment. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat membuat perencanaan awal lebih spesifik dan lebih matang karena adanya perbedaan pemahaman dan tujuan dari setiap jenis tes assessment.

Berdasarkan jenis tes assessment-nya, terdapat 2 kategori, yaitu assessment untuk rekrutmen karyawan baru dan assessment untuk kenaikan jabatan atau promosi.

Tes assessment untuk karyawan baru

Berikut sejumlah tes assessment untuk rekrutmen karyawan baru:

1. Tes Kemampuan Kognitif

Tes pertama dalam proses penilaian pada tahap rekrutmen adalah tes kemampuan kognitif. Tes ini ditujukan untuk mengukur kecerdasan umum dan mengidentifikasi kemampuan calon karyawan seperti berpikir kritis, mampu mempelajari hal baru dan mempraktekkannya, dan mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Sehingga, dengan adanya tes ini, perusahaan dapat menilai perhatian para kandidat terhadap setiap detail pekerjaan yang dilamarnya. 

2. Tes Kepribadian

Selain menilai kecerdasan yang dimiliki setiap kandidat, perusahaan juga harus menilai tiap kepribadian dari setiap individu untuk mengukur sifat yang dimiliki, apakah relevan atau tidak dengan pekerjaan yang dilamarnya. Tes Kepribadian ini memang menilai seberapa besar kecocokan kandidat dengan pekerjaan yang dilamarnya.

Baca juga: Pentingnya Mengetahui Test Aptitude Dalam Proses Rekrutmen!

3. Tes Integritas

Pemahaman tes integritas menurut U.S Office of Personnel Management adalah jenis tes kepribadian khusus yang dirancang untuk menilai kecenderungan pelamar untuk bersikap jujur, dapat dipercaya, dan dapat diandalkan. Sehingga, tes integritas berfokus pada mengukur perilaku terutama dalam perihal kejujuran. Tes ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan terbuka dan rahasia untuk melihat jawaban kandidat apakah mereka memberikan jawaban yang jujur atau tidak. Tidak hanya itu, selain menguji kejujuran dengan informasi rinci yang diberikan kandidat, jawaban yang diberikan kandidat juga dapat dijadikan sebagai penambah informasi untuk perusahaan.

4. Tes Fisik

Di luar kepintaran dan keterampilan, kandidat yang baik juga harus sehat dan kuat secara fisik. Hal itulah yang harus menyebabkan beberapa pekerjaan mengharuskan kandidatnya mengikuti tes fisik untuk mengetahui kekuatan dan ketahanan kandidat, terutama pada bidang pekerjaan yang berat dan mengharuskan setiap karyawannya memiliki tubuh yang bugar. Prosedur pelaksanaan tes fisik ini harus sangat diperhatikan untuk mencegah kandidat tidak mengalami cedera.

5. Tes Keterampilan

Tes Keterampilan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan kandidat terkait pekerjaan yang dilamarnya. Tidak hanya itu, tes ini juga bertujuan untuk melihat bagaimana ketangkasan dan keterampilan kandidat dalam mengerjakan pekerjaannya. Tes ini memang berfokus pada wawasan kandidat tentang pekerjaan yang dilamar.

6. Tes Kecerdasan Emosional

Berbeda dengan penilaian kepribadian yang memiliki unsur sifat manusia, tes kecerdasan emosional juga sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara kandidat mengatur emosi dalam bekerja. Seberapa cepat ia marah, bagaimana ia dapat membangun relasi dengan emosi yang dimiliki, dan masih banyak lagi. Hasil dari tes ini diharapkan agar setiap kandidat yang memiliki kemampuan emosional yang tinggi akan mampu meredam konflik yang mungkin terjadi di kantor dan dapat mengatasi setiap masalah dalam pekerjaan.

Tes assessment untuk kenaikan jabatan

Jenis tes assessment selanjutnya adalah untuk penentuan kenaikan jabatan atau yang biasa disebut sebagai promosi. Tes assessment jenis kedua ini memiliki tujuan untuk mengenal lebih dalam tentang kualitas, gaya kepemimpinan, kemampuan mengerjakan tugas, kemandirian, hingga bagaimana seorang karyawan dapat memberikan solusi kepada timnya saat terjadi masalah. Berikut jenis-jenis assessment untuk kenaikan jabatan:

1. Tes Psikometri

Tes pertama yang diberikan oleh pihak rekrutmen pada karyawan yang ingin naik jabatan adalah tes psikometri. Tes ini bertujuan untuk menilai kemampuan yang dimiliki karyawan dalam tiga area kognitif di dalam dirinya yaitu penalaran abstrak, penalaran verbal, dan penalaran angka. Maka dari itu, tes dilakukan menggunakan metode konstruksi dengan analisis statistik yang hasilnya nanti akan diuji reliabilitas dan uji validasi.

Baca juga: Penilaian Psikotes: Tujuan, Jenis, dan Tips Agar Bisa Lolos

2. Tes Simulasi

Sebelum menduduki jabatan baru, seringkali perusahaan ingin menguji apakah karyawan sudah mampu mengerjakan tugas yang lebih berat dan banyak pada jabatan baru tersebut. Maka dari itu, muncul tes simulasi yang harus dilakukan oleh para kandidat yang dirasa pantas untuk menduduki jabatan baru. Tes simulasi ini bertujuan untuk menilai berbagai respon dan perilaku karyawan saat menjalani simulasi, sehingga perilaku dan respon karyawan tersebut terus dipantau dan diobservasi. Setelah melakukan simulasi, hasil observasi masuk ke dalam pencatatan dan dimasukkan ke dalam kategori sesuai dengan kriteria standar penilaian yang telah ditentukan.

3. Inventory atau Self Preference

Setiap individu pasti memiliki motivasi dalam bekerja. Terlebih setiap karyawan pasti menginginkan jabatan yang lebih tinggi dengan alasannya masing-masing. Alasan tersebutlah yang disebut motivasi bagi mereka untuk mendapatkan jabatan yang lebih baik. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kondisi, motivasi, sikap, dan cara kerja karyawan dalam memegang jabatan baru tersebut.

4. Wawancara

Tes assessment untuk kenaikan jabatan

Sama dalam hal rekrutmen, setiap kandidat harus melewati tahap wawancara untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pihak rekrutmen. Terkait assessment untuk kenaikan jabatan, pihak rekrutmen harus menyusun pertanyaan-pertanyaan yang didesain khusus dengan struktur dan indikator perilaku kompetensi yang telah ditetapkan perusahaan, terlebih indikator yang terkait pada jabatan yang ditawarkan. Melalui wawancara, pihak rekrutmen perusahaan mengetahui informasi lebih detail tentang sikap dan tindakan karyawan pada suatu hal. Tidak hanya itu, pihak rekrutmen juga dapat membaca gerak tubuh dan wajah secara langsung sehingga mendapat gambaran karyawan secara langsung.

5. Role Playing

Tes ini dapat dikatakan mirip dengan simulasi, tetapi dilakukan dengan cara yang lebih khusus untuk merefleksikan peran karyawan dan kondisi tertentu. Dengan tes ini, pihak rekrutmen dapat mengetahui bagaimana interaksi secara personal karyawan dan perilaku spesifik dalam melakukan simulasi tersebut. 

6. Analisa Kasus

Sesuai dengan nama jenis assessment, para kandidat harus menganalisa suatu kasus yang diberikan. Kemudian akan dinilai hasilnya dari cara karyawan menyelesaikan masalah atau mencari sudut pandang yang mengarah kepada penemuan solusi.

Tes ini hampir dikatakan mirip dengan role playing, tetapi dalam tes ini ditambahkan studi kasus untuk dianalisa lebih mendalam. Karyawan juga harus bisa memahami kasus yang diberikan dan memberikan pandangan yang tepat bagaimana mengatasi permasalahan yang ada pada kasus itu.

7. Presentasi

Ingin menjalankan tes assessment untuk mendapatkan sumber daya manusia yang terbaik dan menguntungkan perusahaan? Pahami proses dan alurnya sebelum, saat, dan setelah melakukan tes assessment bersama Appsensi.Pada masa kini, setiap pekerjaan pasti membutuhkan presentasi sebagai keahlian dasar. Presentasi yang baik dibutuhkan sebagai salah satu cara untuk memberikan promosi agar dapat menarik dan meyakinkan pendengar membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Melalui tes ini, pihak rekrutmen ingin melihat kemampuan seorang karyawan dalam membawakan presentasi, menerangkan produk dengan jelas dan mudah dipahami. Tujuannya agar bisa membuat pendengar tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

Berikut beberapa jenis dari tes assessment. Namun, dengan maraknya pandemi Covid-19, semakin banyak perusahaan yang melangsungkan proses tes assessment secara online. Dalam kegiatan tes online, seringkali pihak rekrutmen tidak memberikan tes secara penuh, tetapi memilih beberapa tes yang penting dan langsung dapat menilai bagaimana kandidat tersebut. Biasanya tes online dilakukan dengan jenis yang terdiri dari penilaian psikometri yaitu meliputi penilaian kepribadian dan aspek kognitif kandidat.

Ingin menjalankan test assessment untuk mendapatkan sumber daya manusia yang terbaik dan menguntungkan perusahaan? Pahami proses dan alurnya sebelum, saat, dan setelah melakukan tes assessment bersama Appsensi.

Author Profile

Ricky Caesar Sam

Head of Sales and Marketing Appsensi

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments