Ini Dia Contoh Kuesioner Kinerja Karyawan Yang Bisa Digunakan

September 15, 2022

Mengelola sumber daya manusia di perusahaan tidak hanya berputar pada absensi dan juga payroll karyawan saja, melainkan juga berhubungan dengan tingkat kinerja serta loyalitas karyawannya. Bagaimana cara mengetahuinya tingkat kinerja karyawan? Disinilah kuesioner kinerja karyawan akan bekerja. 

kuesioner kinerja karyawan

Artikel ini akan membahas seputar kuesioner kinerja karyawan yang bisa dilakukan oleh HRD di perusahaan.

Key Take Points

  • Kuesioner kinerja karyawan ini adalah sebuah usaha yang dilakukan perusahan untuk menggali informasi dari para karyawan 
  • Penyebaran kuesioner kepada karyawan bagi perusahaan sangatlah penting dan memiliki banyak manfaat seperti sebagai bentuk evaluasi dalam meningkatkan hubungan antara karyawan dengan manajemen perusahaan.
  • Penyusunan kuesioner kinerja karyawan tidak bisa dilakukan sembarangan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat proses penyusunannya

Apa Itu Kuesioner Kinerja Karyawan

Mari kita mulai dengan mengenai kuesioner kinerja karyawan. Seperti namanya, kuesioner kinerja karyawan ini adalah sebuah usaha yang dilakukan perusahan untuk menggali informasi dari para karyawan selama proses pengerjaan suatu proyek, yang dimana hasilnya akan dijadikan dasar sebagai pengembangan kinerja karyawan dan untuk menca[ai tujuan perusahaan itu sendiri. 

Arti dari kuesioner sendiri adalah kegiatan untuk mengumpulkan jawaban berupa data ataupun tanggapan dari sekelompok orang dengan memberikan sejumlah pertanyaan. Pada hal ini, kuesioner yang diberikan kepada karyawan adalah kuesioner yang berkaitan dengan kinerja karyawan. 

Pada dasarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh HRD atau perusahaan untuk menyebarkan kuesioner. Adapun teknis untuk menggali informasi dengan cara kuesioner ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Membagikan lembar kertas untuk diisi kepada para karyawan.
  2. Melakukan tatap muka atau interview secara langsung dengan para karyawan satu per-satu.
  3. Melakukan survei khusus dengan menggunakan teknologi digital seperti google doc. maupun aplikasi di ponsel khusus yang dibuat untuk survey.

Meskipun metode tersebut bermacam-macam dan berbeda-beda, tujuannya tetaplah sama yakni untuk menggali informasi secara lengkap mengenai data kinerja para karyawan. Hal ini akan dilakukan oleh bagian personalia ataupun HRD sebagai pihak perwakilan dari perusahaan yang bertanggung jawab terhadap tugas melakukan kuesioner terhadap karyawan. 

Fungsi Kuesioner Kinerja Karyawan

Penyebaran kuesioner kepada karyawan bagi perusahaan sangatlah penting dan memiliki banyak manfaat seperti sebagai bentuk evaluasi dalam meningkatkan hubungan antara karyawan dengan manajemen perusahaan. Jika perusahaan bisa mengetahui pola kinerja karyawannya melalui kuesioner, maka produktivitas kinerjanya pun akan terjamin. Adapun manfaat-manfaat penggunaan kuesioner kinerja bagi karyawan diantaranya adalah:

  1. Kinerja karyawan dalam suatu perusahaan dapat terukur dan terlihat apakah telah mencapai target ataupun belum. Kemudian kualitas dan kuantitas karyawan akan dapat diketahui, apakah sudah sesuai dengan target yang diinginkan ataupun belum.
  2. Perusahaan akan memperoleh data tentang masing-masing karyawan yang mengalami peningkatan kinerja ataupun tidak. Hal itu erat kaitannya dengan perbaikan penghasilan tiap-tiap karyawan.
  3. Perusahaan akan dapat menentukan strategi dan pola kerja bagi karyawan, apakah telah sesuai dan tepat untuk diterapkan dalam rangka peningkatan kualitas dan produktivitas para karyawan.
  4. Dapat menjadi salah satu opsi untuk memotivasi setiap karyawan pada saat bekerja. Hal tersebut dapat terwujud, apabila perusahaan melakukan kuesioner ini secara rutin dan dengan parameter jika tahun sekarang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Cara Membuat Kuesioner Kinerja Karyawan

Dalam penyusunan kuesioner kinerja bagi karyawan, HRD perlu memperhatikan beberapa kriteria-kriteria tertentu dalam melakukan penilaian. Kriteria tersebut harus berorientasi terhadap tujuan dan target yang ingin dicapai perusahaan, agar lebih mudah menentukan indikator untuk mencapai tujuan dan target yang sudah ditetapkan. 

Penyusunan kuesioner kinerja karyawan tidak bisa dilakukan sembarangan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat proses penyusunannya yaitu sebagai berikut:

  1. Setiap Indikator pencapaian sedikitnya terdapat tiga pernyataan. Apabila didapatkan data yang lebih akurat, maka banyak pernyataan bisa dimungkinkan untuk dilakukan. Poin utamanya adalah harus terdapat kesesuaian antara isi dan tujuan yang ingin dicapai dalam kuesioner tersebut.
  2. Menggunakan pengukuran dengan skala yang tepat. Jangan menggunakan pengukuran dengan skala yang tidak jelas. Contoh penggunaan skala yang jelas; sangat setuju, setuju, kurang setuju dan tidak setuju. Diusahakan untuk tidak menggunakan skala pengukuran yang biasa atau netral. Seperti diketahui, kebiasaan masyarakat Indonesia lebih memilih jawaban aman atau netral ketika menjawab suatu kuesioner.
  3. Buatlah pertanyaan yang tepat atau cukup. Apabila terlalu sedikit jumlah pertanyaannya, maka hasil capaiannya tidak dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Namun apabila pertanyaan yang dibuat juga terlalu banyak, maka akan menyebabkan kebosanan dan keengganan para karyawan untuk mengisi kuesioner tersebut.
  4. Setiap jenis dan bentuk kuesioner dapat dilakukan tanpa nama pengisi kuesioner (tertutup) dan juga dapat dilakukan secara terbuka (dengan mencantumkan nama). Pilihan tersebut tergantung dari tujuan dibuatnya kuesioner oleh perusahaan, apakah hanya untuk mengukur kinerja karyawan ataukah untuk mengukur bagaimana kinerja organisasi suatu perusahaan.
  5. Menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh karyawan. Memperhatikan tingkat pendidikan dan wawasan para karyawan adalah kewajiban, oleh karenanya menggunakan bahasa yang dapat dipahami semua karyawan merupakan hal yang lebih utama untuk dilakukan daripada para karyawan banyak yang tidak paham dengan pertanyaan.
  6. Tidak disarankan untuk membuat suatu pertanyaan dengan dua kalimat bersamaan. Hal tersebut dilakukan, supaya para karyawan tidak bingung dengan pertanyaan yang dibuat. Contohnya adalah; “Apakah Anda yakin jika kegiatan ini mudah dilakukan dan segera dapat dilakukan? Sebaiknya hindari kalimat tersebut, dan ubahlah menjadi dua kalimat, yang pertama “Apakah Anda yakin jika kegiatan ini mudah dilakukan?”; yang kedua, “Apakah Anda yakin jika kegiatan ini segera dapat dilakukan?”.
  7. Jangan membuat suatu pertanyaan yang tidak mengarahkan atau bersifat menggiring kepada jawaban yang diinginkan penanya.
  8. Atur batas waktu pengumpulan data kuesioner yang tepat, jangan membuat jadwal pengumpulan data kuesioner terlalu mendekati saat pembagian kuesioner. Berikan waktu bagi karyawan untuk mempelajari kuesioner yang diberikan.

Berikut ini contoh dari kuesioner yang bisa Anda gunakan pada perusahaan Anda. Anda dapat mendownload file tersebut pada link berikut ini: Klik Disini

kuesioner kinerja karyawan

Baca Juga: Bagaimana Standar Penilaian Kinerja Karyawan Yang Efektif

Appsensi Software HRIS Bantu Evaluasi Kinerja Karyawan

Bagi Anda yang memiliki perusahaan besar maupun kecil, tentunya menyebarkan kuesioner dalam bentuk fisik ataupun digital akan cukup menyulitkan dan membutuhkan waktu serta tenaga yang lebih banyak untuk mengolahnya. Untuk itu software HRIS Appsensi, akan membantu mengurangi beban kerja administratif seperti bidang payroll, absensi karyawan dan perhitungan lainnya. 

Appsensi hadir untuk memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi HRD yang dapat diakses secara online melalui smartphone ataupun laptop Anda dengan mudah darimana saja dan kapan saja. HRD juga dapat melihat secara langsung hasil kinerja karyawan dengan fitur activity dan task serta menarik datanya dalam bentuk laporan. 

Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut kemudahan-kemudahan yang disediakan oleh Appsensi? Klik link ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Appsensi. 

Baca Juga: Definisi, Tujuan dan Proses Perencanaan Kinerja

Author Profile

Nuritia Ramadhani

Content Manager

|

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments