Sudah Tau Cara Mengawasi Karyawan Saat WFH?

Februari 13, 2021

Sejak adanya pandemi Covid-19, WFH (work from home) kini menjadi tren baru di beberapa kantor perusahaan. Mereka mau tidak mau harus mempekerjakan karyawannya dari rumah yang tentu saja membuat sulit pengawasan. Lalu, bagaimana cara mengawasi karyawan saat WFH?

Sudah Tau Cara Mengawasi Karyawan Saat WFH?
source: https://www.caine-weiner.com/

Apa Itu WFH?

WFH merupakan singkatan dari work from home yang artinya adalah bekerja dari atau di rumah. Kegiatan kerja yang tadinya dilakukan di kantor perusahaan kemudian dipindahkan tempatnya di rumah masing-masing karyawan secara jarak jauh. 

Adanya kemajuan teknologi dan informasi yang sekarang semakin berkembang, membuat aktivitas WFH semakin mudah dilakukan. Namun, tidak semua jenis pekerjaan bisa dilakukan semuanya di rumah karena ada beberapa pekerjaan tertentu yang tetap menuntut pekerjanya keluar dari rumah. 

Aktivitas WFH semakin meluas sejak adanya pandemic Covid-19 karena anjuran pemerintah agar tetap di rumah saja demi kesehatan bersama. Hal ini mengingat tingkat penularan Covid-19 yang cukup tinggi sehingga adanya WFH diharapkan dapat meminimalisir resiko meluasnya penyebaran. 

Kelebihan WFH

Sebagai aktivitas baru yang muncul di masyarakat, tentu karyawan yang diharuskan untuk bekerja secara WFH butuh waktu untuk beradaptasi. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dengan menerapkan WFH baik bagi karyawan maupun perusahaan, di antaranya:

1. Mengurangi Biaya Operasional

Biaya operasional perusahaan yang biasanya dikeluarkan untuk biaya listrik, internet, hingga makan siang untuk pekerja dapat diminimalisir dengan adanya sistem work from home. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pos pengeluaran tersebut cenderung kecil dan berkurang selama WFH. 

2. Mengurangi Tingkat Stress Karyawan

Tingginya tingkat stress karyawan akan berbanding terbalik dengan kepuasan kerja mereka. Program WFH dapat mengurangi tingkat stress karyawan karena mereka tidak lagi harus menghabiskan waktunya untuk perjalanan dari rumah ke kantor atau sebaliknya. 

Selain hemat transport, karyawan dapat memanfaatkan waktunya untuk hal-hal lain yang lebih positif, bermanfaat, dan menyenangkan. Di mana aktivitas tersebut mungkin cukup sulit dilakukan ketika sistem kerjanya masih offline dan diharuskan masuk kantor. 

3. Lebih Fleksibel

Tingkat kebosanan saat bekerja di kantor mungkin dapat berkurang dengan adanya WFH. Jika di kantor karyawan biasanya terbatas untuk melakukan aktivitas lainnya dan tempat bekerjanya hanya di situ-situ saja tanpa ada perubahan suasana, maka berbeda dengan sistem WFH. 

Karyawan dapat memilih untuk bekerja di mana saja apakah di taman, teras, dapur sambil memasak, kamar sambil rebahan, atau tempat-tempat lainnya selama mereka merasa nyaman. Dari segi waktu mereka juga lebih fleksibel asal bisa mempertanggungjawabkan tugas dan pekerjaan mereka. 

Kekurangan WFH

Selain kelebihan-kelebihan yang disebutkan di atas, bekerja dari rumah juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Banyaknya Distraction (Gangguan)

Berbeda dengan saat bekerja di kantor yang mana karyawan bisa fokus mengerjakan tugas pekerjaannya, biasanya ketika bekerja di rumah akan lebih banyak distraksi atau gangguan. Bisa dari anak-anak, anggota keluarga lainnya, atau orang-orang sekitar. 

2. Susah Mengawasi Karyawan

Jika di kantor pimpinan bisa secara langsung melihat bagaimana karyawannya bekerja dan bisa menegur sewaktu-waktu jika ada kesalahan yang dilakukan oleh karyawannya. Berbeda dengan bekerja di rumah yang mana akan sulit sekali bagi perusahaan untuk memonitoring karyawan. 

3. Miskomunikasi

Miskomunikasi mungkin akan sering terjadi dan kerap kali menjadi salah satu tantangan terbesar saat work from home. Terkadang ada karyawan yang susah dihubungi meskipun di jam bekerja sehingga sulit untuk saling koordinasi. 

4. Terbatas Hanya Pada Jenis Pekerjaan Tertentu

Perlu diingat bahwa tidak semua pekerjaan bisa dilakukan dengan sistem work from home. Jenis pekerjaan yang bisa dilakukan secara WFH biasanya yang bersifat komunikasi dan digital yang mana harus didukung dengan adanya laptop/komputer dan jaringan internet. 

Cara Mengawasi Karyawan Saat WFH

Sulitnya mengontrol dan mengawasi karyawan yang bekerja secara WFH menjadi salah satu kendala tersendiri. Perusahaan harus membuat sistem yang dapat mengawasi karyawan tanpa mempengaruhi produktivitas. Berikut ini cara mengawasi karyawan saat WFH, di antaranya:

1. Menentukan Jam Kerja Online

Meskipun bisa bekerja dari rumah secara remote online tanpa harus pergi ke kantor, bukan berarti bisa bebas bekerja tanpa memperhatikan jam kantor. Pimpinan perusahaan harus menetapkan jam kerja layaknya kerja di kantor dari jam mulai hingga jam selesai. 

Anda bisa memantau secara online apakah mereka benar-benar bekerja di jam tersebut dengan cara menghubunginya. Atau bisa juga dengan menerapkan target yang harus selesai dalam waktu tertentu kemudian Anda bisa mem-follow-up-nya lagi. 

2. Memilih Orang yang Tepat

Tidak harus semua karyawan diberi kesempatan kerja secara WFH. Anda harus memilih orang yang benar-benar tepat untuk bekerja dengan sistem tersebut. Karyawan yang jujur, kompeten, pekerja keras, tanggung jawab, dan selalu positif adalah karakter yang cocok untuk bekerja secara remote. 

Selain itu, Anda perlu melihat kecakapan dan keterampilan yang mereka miliki sebelum memutuskan karyawan tersebut boleh atau tidak bekerja secara online. Jika ada karyawan yang malas-malasan maka jangan sampai Anda memberi amanah kepadanya untuk bekerja dari rumah. 

3. Menetapkan Daily Check-In

Sebagaimana halnya saat bekerja di kantor yang harus absen setiap hari melalui finger print, Anda juga harus mewajibkan karyawan untuk melakukan daily check-in. Bisa dengan cara melakukan morning briefing di awal jam kerja akan dimulai setiap hari. 

4. Membangun Komunikasi yang Baik antar Karyawan

Karena jarak bekerjanya berjauhan, maka komunikasi menjadi salah satu kunci penting kesuksesan work from home. Buat sistem komunikasi yang dapat dijangkau semua karyawan. Apakah dengan menggunakan aplikasi zoom, Google Meet, Telegram, whatsapp, dan lainnya. 

5. Melakukan Evaluasi

Karena tidak bisa mengawasi secara langsung semua karyawan saat work from home, maka Anda harus membuat target yang harus dicapai dan mengevaluasinya dalam kurun waktu tertentu. Tujuannya untuk menilai apakah sistem remote online yang dilakukan efektif atau tidak. 

Jika karyawan dapat mengerjakan semua tanggung jawab pekerjaannya dengan baik dan hasilnya sesuai target, maka sistem work from online bisa dibilang efektif. Sebaliknya, jika target tersebut tidak bisa dicapai oleh karyawan, Anda perlu mempertimbangkan lagi sistem bekerja dari rumah ini. 

Bekerja dari rumah memang memiliki kelebihan dan kelemahan baik bagi perusahaan maupun karyawan itu sendiri. Sehingga Anda sebagai pimpinan perusahaan perlu menerapkan sistem yang kuat agar dapat mengikuti cara mengawasi karyawan saat WFH secara optimal. 

Author Profile

Share this post on

Related Article

Leave a Reply

Name

Email

Comments